Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Lelang 700 MHz & 2,6 GHz Usai: Janji 5G Operator Seluler

6 menit baca
Daftar isi

Satu catatan agar tidak keliru membaca angka. Notasi 2×10 MHz di pita 700 MHz berarti pita berpasangan, yakni 10 MHz untuk jalur unduh dan 10 MHz untuk jalur unggah, yang dihitung Komdigi sebagai 20 MHz. Pita 2,6 GHz dialokasikan sebagai blok TDD tunggal.

Kewajiban yang menyertai spektrum

Pemenang harus memenuhi komitmen dalam waktu paling lama lima tahun, di samping melunasi biaya hak penggunaan spektrum:

  • 5G minimal 51% populasi nasional pada tahun kelima. Menurut Komdigi, targetnya naik bertahap, kira-kira 20% pada tahun pertama, 30% tahun kedua, dan 40% tahun ketiga. Operator memilih sendiri kota yang digarap dan boleh memakai spektrum lain yang mereka miliki. Komdigi menilai capaian dari jumlah penduduk yang terjangkau, bukan daftar kota tertentu.
  • 4G berkualitas di 538 desa dan kelurahan dari Sumatra hingga Papua, yang diharapkan mengurangi titik blank spot dan mendukung program seperti Sekolah Rakyat serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
  • Kecepatan mobile broadband bertahap naik hingga 100 Mbps pada 2029. Komdigi menyatakan akan memantau pelaksanaan komitmen seluruh pemenang.

Dari sisi penerimaan negara, Meutya menyebut kontribusi PNBP sekitar Rp6 triliun pada tahap awal dan proyeksi Rp30 triliun dalam 10 tahun.

Industri minta ruang napas, pemerintah menutup pintu insentif

Sejak sebelum lelang, industri meminta insentif, tetapi Komdigi menutup opsi pembayaran cicilan. Setelah pemenang ditetapkan, Meutya menegaskan harga lelang tidak mengandung insentif khusus karena terbentuk dari mekanisme auction.

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) memandang tantangan kini bergeser dari memperoleh spektrum ke merealisasikan investasi. Operator perlu menghitung belanja modal, kecepatan pembangunan, serapan pasar, dan harga perangkat 5G yang lebih terjangkau. ATSI juga masih menunggu dukungan berupa insentif biaya frekuensi.

Pada 20 Oktober, Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail menyatakan biaya spektrum harus tetap terjangkau agar operator bisa segera membangun jaringan. Ia menilai hasil lelang terbaru berharga relatif terjangkau sehingga seluruh operator punya ruang membangun 5G, dan menyebut 4G sudah menjangkau lebih dari 98% wilayah Indonesia.

Tanda awal di lapangan

XLSmart menyatakan jaringan 5G Axis sudah hadir di 70 kota per 26 Oktober 2026, naik dari 52 kota pada akhir Juni yang ditopang sekitar 15.000 BTS 5G. Total BTS perusahaan tercatat 265.442 unit, dan belanja modal semester I/2026 mencapai Rp10,27 triliun. Perusahaan itu juga mulai mengoptimalkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz secara bertahap sejak pertengahan Agustus.

Sumber: https://infotekno.net/lelang-700-mhz-2-6-ghz-janji-5g-operator-seluler/

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *