China Klaim Jiuzhang 4.0 Komputer Kuantum Tercepat Dunia, Butuh 25 Mikrodetik
INFO TEKNO> China mencatatkan prestasi baru dalam persaingan teknologi komputasi global dengan menghadirkan Jiuzhang 4.0 — komputer kuantum yang diklaim sebagai yang tercepat di dunia saat ini. Mesin ini mampu menyelesaikan perhitungan matematika kompleks hanya dalam waktu 25 mikrodetik, atau sepersejuta detik.
Jiuzhang 4.0 dikembangkan oleh para ilmuwan China dan dilaporkan mampu menuntaskan persoalan matematika yang sangat rumit jauh melampaui kemampuan superkomputer konvensional terkuat di dunia. Informasi ini dikutip dari laporan China Daily pada Jumat (15/5).
Angka 25 mikrodetik baru terasa betul dampaknya ketika dibandingkan secara langsung dengan superkomputer El Capitan milik Amerika Serikat. Untuk menyelesaikan tugas perhitungan yang sama, El Capitan diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari 10 pangkat 42 tahun — sebuah angka yang secara praktis tidak bisa dibayangkan dan jauh melampaui usia alam semesta itu sendiri.
Perbandingan ini menunjukkan betapa fundamentalnya perbedaan antara pendekatan komputasi kuantum dan komputasi klasik konvensional. Superkomputer sekelas El Capitan merupakan mesin konvensional terkuat yang pernah dibangun manusia, namun tetap tidak mampu bersaing dalam kategori perhitungan tertentu yang justru menjadi domain alami komputer kuantum.
Kecepatan 25 mikrodetik yang dicapai Jiuzhang 4.0 membuka peluang nyata di berbagai bidang yang sebelumnya terhambat oleh keterbatasan daya komputasi. Mulai dari pemecahan masalah ilmiah yang memerlukan kalkulasi berskala masif, hingga pengembangan teknologi canggih lainnya yang membutuhkan presisi dan kecepatan tinggi secara bersamaan.
Capaian Jiuzhang 4.0 merupakan bukti nyata kemajuan signifikan China dalam riset dan inovasi teknologi kuantum yang terus dipercepat dalam beberapa tahun terakhir. Komputer kuantum bekerja menggunakan prinsip fisika yang berbeda secara mendasar dari komputer biasa — memanfaatkan qubit yang bisa berada dalam banyak keadaan sekaligus, berbeda dari bit konvensional yang hanya mengenal nilai nol atau satu.
Kemampuan ini memungkinkan komputer kuantum memproses sejumlah besar kemungkinan secara paralel, bukan secara berurutan seperti yang dilakukan komputer klasik. Untuk jenis perhitungan tertentu yang sifatnya sangat kompleks secara matematis, keunggulan ini menciptakan jarak performa yang sangat dramatis — seperti yang tergambar dari perbandingan antara Jiuzhang 4.0 dan El Capitan.
Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada rincian lebih lanjut yang dirilis terkait aplikasi spesifik dari Jiuzhang 4.0 maupun rencana pengembangan selanjutnya. China Daily juga belum mengungkapkan detail teknis lebih dalam soal arsitektur sistem maupun lembaga atau tim ilmuwan yang secara langsung bertanggung jawab atas pengembangannya.
Dengan terobosan ini, Jiuzhang 4.0 mempertegas posisi China dalam persaingan global di bidang komputer kuantum — sebuah arena teknologi yang semakin strategis bagi negara-negara besar dunia dalam beberapa tahun terakhir. Percepatan inovasi di sektor ini mencerminkan betapa seriusnya negara-negara memandang komputasi kuantum sebagai salah satu fondasi teknologi masa depan yang paling krusial.
FAQ
Q: Apa itu Jiuzhang 4.0 dan mengapa dianggap sebagai pencapaian besar?
A: Jiuzhang 4.0 adalah komputer kuantum yang dikembangkan oleh ilmuwan China dan diklaim sebagai yang tercepat di dunia. Mesin ini mampu menyelesaikan perhitungan matematika kompleks dalam 25 mikrodetik — tugas yang sama akan membutuhkan lebih dari 10 pangkat 42 tahun bagi superkomputer El Capitan milik Amerika Serikat.
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan Jiuzhang 4.0 untuk menyelesaikan perhitungannya?
A: Jiuzhang 4.0 menyelesaikan perhitungan matematika yang sangat kompleks dalam 25 mikrodetik. Satu mikrodetik setara dengan sepersejuta detik, sehingga 25 mikrodetik adalah durasi yang sangat singkat — jauh melampaui kemampuan komputasi konvensional mana pun untuk tugas sejenis.
Q: Mengapa superkomputer El Capitan tidak bisa menandingi Jiuzhang 4.0?
A: El Capitan adalah superkomputer konvensional terkuat yang dibangun manusia, namun bekerja menggunakan prinsip bit biner klasik. Komputer kuantum seperti Jiuzhang 4.0 menggunakan qubit yang bisa memproses banyak kemungkinan secara paralel sekaligus, sehingga untuk jenis perhitungan tertentu, perbedaan performanya menjadi sangat ekstrem.
Q: Apa saja aplikasi potensial dari teknologi komputer kuantum seperti Jiuzhang 4.0?
A: Komputer kuantum membuka peluang baru di berbagai bidang yang membutuhkan kalkulasi skala masif, termasuk pemecahan masalah ilmiah kompleks dan pengembangan teknologi canggih lainnya. Namun hingga kini, belum ada rincian spesifik yang dirilis mengenai rencana aplikasi Jiuzhang 4.0 ke depannya.
Q: Bagaimana posisi China dalam persaingan komputasi kuantum global?
A: Dengan kehadiran Jiuzhang 4.0, China semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam persaingan komputasi kuantum global. Pencapaian ini mencerminkan percepatan inovasi China di sektor teknologi informasi yang dinilai sangat strategis untuk masa depan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






