INFO TEKNO> Apple selangkah lagi memutus tali dukungan untuk seluruh Mac berbasis Intel. Lewat macOS 27 yang dijadwalkan diumumkan di WWDC Juni 2026, era chipset Intel di ekosistem Mac resmi memasuki babak penutup.
Sinyal Sejak WWDC 2025
Pengumuman ini sebenarnya bukan kejutan penuh. Dalam sesi Platform State of the Union di WWDC 2025, Apple sudah secara eksplisit menyampaikan bahwa macOS Tahoe 26 akan menjadi pembaruan sistem operasi terakhir yang masih mendukung komputer Mac dengan chipset Intel.
Artinya, macOS 27 — yang rencananya diumumkan Juni 2026 — dirancang eksklusif untuk perangkat berbasis Apple Silicon. Transisi ini merupakan kelanjutan langsung dari arah strategis yang sudah Apple tetapkan sejak peluncuran chip M1 pada akhir 2020.
Daftar Mac Intel yang Terdampak
Berdasarkan laporan MacRumors, Senin (20/4/2026), berikut perangkat Mac berbasis Intel yang masih bisa menjalankan macOS Tahoe 26, namun tidak akan bisa melakukan upgrade ke macOS 27:
- MacBook Pro 16 inci (2019)
- iMac 27 inci (2020)
- MacBook Pro 13 inci (2020, empat port Thunderbolt 3)
- Mac Pro (2019)
Keempat model ini berada di ujung rantai kompatibilitas. Pengguna yang masih mengandalkan perangkat tersebut perlu mempertimbangkan opsi transisi perangkat keras dalam waktu dekat.
Jaminan Tiga Tahun untuk Pengguna macOS Tahoe
Apple tidak sepenuhnya meninggalkan pengguna Intel tanpa pengaman. Perusahaan menyatakan bahwa Mac yang berjalan di macOS 26 Tahoe masih akan menerima pembaruan keamanan selama tiga tahun ke depan.
Ini praktis menjadi peta jalan yang konkret. Pengguna Mac Intel punya jendela waktu hingga sekitar 2028–2029 sebelum perangkat mereka benar-benar berhenti mendapat patch keamanan resmi dari Apple.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






