INFO TEKNO> Apple memperkenalkan pencapaian lingkungan terbesar mereka dalam laporan tahunan 2025: MacBook Neo menjadi laptop dengan jejak karbon paling rendah yang pernah diproduksi perusahaan, sekaligus membawa angka kandungan bahan daur ulang tertinggi di seluruh lini produk Apple.
Bukan Sekadar Laptop Murah
MacBook Neo selama ini lebih sering dibicarakan dalam konteks harga yang terjangkau. Namun laporan lingkungan Apple 2025 menggeser perspektif itu secara signifikan.
Apple memosisikan MacBook Neo sebagai bukti nyata dari proyek ambisius jangka panjang mereka: Apple 2030, yakni komitmen perusahaan untuk mencapai netralitas karbon di seluruh rantai pasokan dan siklus hidup produk pada akhir dekade ini.
Bukan janji di atas kertas. MacBook Neo hadir sebagai demonstrasi fisik dari target itu.
60 Persen Bahan Daur Ulang — Tertinggi di Antara Produk Apple
Angka yang paling mencolok dari laporan ini adalah komposisi material MacBook Neo secara keseluruhan: 60 persen kandungan daur ulang. Ini merupakan persentase tertinggi yang pernah dicapai oleh produk mana pun dalam jajaran Apple, sebagaimana dikutip dari laporan Apple 2025, Minggu (19/4/2026).
Rinciannya lebih jauh lagi. Baterai MacBook Neo sudah menggunakan 100 persen kobalt daur ulang — logam yang biasanya diperoleh dari pertambangan dengan dampak lingkungan yang cukup besar. Selain itu, seluruh magnet di dalam perangkat juga sudah menggunakan 100 persen logam tanah jarang daur ulang.
Dua angka “100 persen” dalam satu produk adalah pencapaian yang tidak bisa dianggap sepele di industri manufaktur elektronik konsumen.
Proses Produksi yang Lebih Efisien
Apple tidak hanya membenahi komposisi material. Casing atau penutup MacBook Neo diproduksi menggunakan metode pembentukan yang lebih efisien dibandingkan proses manufaktur konvensional. Hasilnya, proses ini hanya membutuhkan setengah jumlah bahan baku dibandingkan metode produksi tradisional.
Efisiensi di tahap awal manufaktur ini penting. Sebelum sebuah perangkat elektronik sampai ke tangan konsumen, jejak lingkungan terbesar justru sering sudah terbentuk di lini produksi — mulai dari ekstraksi material, pembentukan komponen, hingga perakitan akhir.
Teknologi Anodisasi Baru: 70 Persen Air Didaur Ulang
Salah satu inovasi proses yang paling menarik dalam laporan ini adalah pengembangan teknologi anodisasi baru yang Apple kembangkan bersama para pemasok mereka.
Anodisasi adalah proses elektrokimia yang digunakan untuk memperkuat permukaan aluminium pada casing perangkat Apple — memberikan ketahanan dan tampilan khas yang selama ini menjadi identitas visual produk mereka. Proses ini secara tradisional mengonsumsi air dalam jumlah besar.
Teknologi anodisasi baru yang dikembangkan Apple diklaim mampu mencapai tingkat penggunaan kembali air hingga 70 persen. Angka ini merepresentasikan efisiensi sumber daya yang cukup substansial bila dihitung dalam skala produksi massal.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





