Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Harga Memori RAM dan SSD Belum Turun Meski Saham AI China Anjlok

6 menit baca
Daftar isi

FAQ

Q: Apakah anjloknya saham AI China akan menurunkan harga RAM dan SSD?

A: Belum. Analis IDC Indonesia Vanessa Aurelia menilai anjloknya indeks STAR50 belum menjadi tanda harga memori segera turun, karena permintaan, terutama dari hyperscaler, masih sangat tinggi dan pasokan belum mengimbanginya. IDC memperkirakan harga memori masih naik hingga kuartal IV-2026 dan berlanjut sampai 2027.

Q: Berapa kenaikan harga kontrak DRAM dan NAND flash pada kuartal IV-2026?

A: TrendForce memproyeksikan harga kontrak DRAM konvensional naik 10–15 persen dibanding kuartal sebelumnya, sedangkan harga kontrak NAND flash untuk SSD naik 15–20 persen dibanding kuartal III. Harga kontrak adalah harga ketika pabrik chip menjual ke pembeli besar, seperti produsen PC dan server.

Q: Kapan harga RAM dan SSD diperkirakan mulai turun?

A: Proyeksinya berbeda. CEO Acer Jason Chen memperkirakan harga komponen memuncak sekitar pertengahan 2027, lalu berpeluang stabil dan turun pada semester kedua 2027, meski titik baliknya belum jelas. TrendForce melihat kenaikan harga SSD untuk PC berhenti pada kuartal I-2027, sedangkan SK Hynix menilai kelangkaan memori baru mereda pada 2030.

Q: Apakah harga SSD di Indonesia ikut turun?

A: Belum ada data harga Indonesia dalam laporan ini. China Flash Market mencatat harga acuan SSD di pasar China turun untuk semua kapasitas pada Selasa (27/10/2026) dibanding sepekan sebelumnya. Misalnya, SSD PCIe 4.0 1 TB turun dari 130 menjadi 120 dollar AS, tetapi angka itu bukan harga jual di toko Indonesia.

Sumber: https://infotekno.net/harga-memori-saham-ai-china-anjlok/

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *