Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Harga Memori RAM dan SSD Belum Turun Meski Saham AI China Anjlok

6 menit baca
Daftar isi

Kapan Harga RAM dan SSD Bisa Turun? Proyeksi TrendForce, Acer, dan SK Hynix

Dalam riset terbarunya, TrendForce mencatat laju kenaikan harga kontrak SSD untuk PC mengecil drastis pada kuartal IV. Lembaga itu memperkirakan kenaikan tersebut berhenti pada kuartal I-2027 dan harga bertahan di level tinggi. Kuartal I memang masa sepi permintaan, sedangkan kapasitas produksi baru mulai berdatangan.

CEO Acer Jason Chen memandang produksi tambahan dari China bisa meredam laju kenaikan harga memori. Menurut Chen, produsen asal China terus memperbesar kapasitas dan mulai memasok ke merek non-China. Pada September lalu, ia memperkirakan harga komponen memuncak sekitar pertengahan 2027, lalu berpeluang stabil dan mulai turun pada semester kedua 2027. Namun, titik baliknya belum jelas.

Proyeksi SK Hynix, produsen memori asal Korea Selatan, lebih pesimistis: kelangkaan memori baru mereda pada 2030. Perusahaan itu menilai permintaan chip memori akan terus naik seiring pesatnya pengembangan AI, pembangunan data center, serta investasi perusahaan teknologi pada infrastruktur AI.

Harga SSD di China Mulai Turun, tapi Belum Berarti Murah

Di China, harga SSD di jalur distribusi memang sudah bergerak turun. China Flash Market (CFM), situs yang memantau harga memori, melaporkan penurunan harga acuan SSD di semua kapasitas pada Selasa (27/10/2026) dari posisi sepekan sebelumnya. Dua contohnya:

  • SSD PCIe 4.0 berkapasitas 1 TB: harganya melorot 7,69 persen ke 120 dollar AS (sekitar Rp 2,16 juta) dari 130 dollar AS (sekitar Rp 2,34 juta).
  • SSD PCIe 3.0 berkapasitas 256 GB: harganya turun 13,16 persen, yang terdalam, ke 33 dollar AS (sekitar Rp 594.000) dari 38 dollar AS (sekitar Rp 684.000).

Angka tersebut mengacu pada pasar China dan tidak mencerminkan harga jual di toko Indonesia. CFM tidak menghubungkan penurunan tersebut dengan merosotnya saham AI. Lembaga itu justru menyebut sejumlah produsen SSD memangkas harga dengan agresif demi mengejar target penjualan.

Konsumen menunda pembelian karena harga SSD masih tinggi, termasuk menjelang festival belanja Double 11 pada November. Pola serupa tampak di Huaqiangbei, pusat elektronik di Shenzhen. Pantauan stasiun televisi CCTV menunjukkan banyak pedagang melaporkan penjualan memori turun 20–30 persen sejak awal Oktober dibanding sebelumnya.

Sebagian pedagang melepas RAM dan SSD di bawah harga kulak karena membutuhkan uang tunai, tetapi potongannya hanya berkisar satu digit persen dari harga di puncak. Seorang pelaku industri menilai penurunan sekecil itu belum menandakan memori murah. Alasannya, semua pedagang membeli stok pada saat harga tinggi, jadi tak ada yang berani memangkas harga terlalu dalam.

Informasi dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan saran investasi, keuangan, hukum, atau medis. Konsultasikan dengan profesional berwenang sebelum mengambil keputusan.

Sumber: https://infotekno.net/harga-memori-saham-ai-china-anjlok/

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *