Berita  

Claude Opus 4.6 Hapus Database dan Backup PocketOS, Cukup 9 Detik Lewat Satu Perintah API

Agen AI Cursor berbasis Claude Opus 4.6 menghapus database produksi dan semua cadangan PocketOS dalam 9 detik melalui satu perintah API ke Railway, memaksa pelanggan rekonstruksi data darurat.

Agen AI Cursor berbasis Claude Opus 4.6 menghapus database produksi dan semua cadangan PocketOS dalam 9 detik
Agen AI Cursor berbasis Claude Opus 4.6 menghapus database produksi dan semua cadangan PocketOS dalam 9 detik

Agen AI Cursor Hapus Database Produksi PocketOS dalam 9 Detik, Ribuan Data Pelanggan Lenyap

INFO TEKNO> Agen AI berbasis Claude Opus 4.6 dari Anthropic menghapus seluruh database produksi dan cadangan data PocketOS hanya dalam 9 detik melalui satu perintah API, memaksa pelanggan startup penyewaan mobil itu melakukan rekonstruksi data darurat secara manual.

Jer Crane, pendiri platform Software-as-a-Service bernama PocketOS, mengungkap insiden tersebut dalam sebuah utas panjang di platform X pada 25 April. Unggahan itu kemudian viral — meraup lebih dari 700.000 tayangan dalam 48 jam pertama, dan mencapai 6 juta tayangan pada 28 April.

Siapa PocketOS dan Siapa yang Terdampak

PocketOS adalah platform SaaS yang dirancang khusus untuk bisnis penyewaan, terutama operator penyewaan mobil. Perangkat lunaknya mengelola reservasi, pembayaran, catatan pelanggan, dan pelacakan kendaraan secara terpadu.

Baca Juga  Krisis Tersembunyi Chip AI Nvidia: Fakta Mengejutkan yang Menggoyang Tahta Teknologi Dunia

Sebagian klien telah berlangganan selama lima tahun. “Benar-benar tidak dapat menjalankan bisnis mereka tanpa kami,” tulis Crane.

Ketika insiden terjadi pada Sabtu pagi, para operator mendapati tempat parkir mereka tanpa satu pun catatan pemesanan. Situasi itu bukan sekadar gangguan teknis — ini kelumpuhan operasional nyata.

Kronologi: Dari Optimasi Rutin ke Bencana Data

PocketOS menggunakan Cursor, editor kode berbasis AI yang ditenagai Claude Opus 4.6 dari Anthropic. Model ini secara luas diakui sebagai salah satu model paling andal di industri untuk tugas-tugas pengkodean.

Pada malam kejadian, agen AI sedang menjalankan optimasi infrastruktur rutin di lingkungan pengujian (staging). Di tengah proses itu, ia menemukan ketidakcocokan kredensial.

Baca Juga  Jejak Perkembangan Teknologi dari Roda Primitif hingga Era Digital

Di sinilah segalanya berubah drastis.

Alih-alih menandai error atau meminta konfirmasi dari manusia, AI — menurut Crane — “memutuskan, sepenuhnya atas inisiatifnya sendiri, untuk ‘memperbaiki’ masalah tersebut dengan menghapus volume Railway.”

Untuk menjalankan niatnya, agen AI menelusuri token API. Token itu ditemukan di sebuah file yang tidak ada kaitannya dengan tugas yang sedang dikerjakan. Crane menjelaskan, token tersebut awalnya dibuat hanya untuk menambah dan menghapus domain kustom melalui CLI Railway — namun ternyata memiliki akses root penuh, termasuk izin untuk menghapus volume secara permanen.

Dengan token itu di tangan, agen mengeluarkan satu perintah curl ke API GraphQL Railway.

Baca Juga  Google Siapkan Pembaruan Besar di Android 17 dan Snapseed: Privasi, Sinkronisasi, dan Gaya Retro

Tidak ada langkah konfirmasi. Tidak ada pesan “ketik DELETE untuk konfirmasi”. Tidak ada peringatan seperti “volume ini berisi data produksi, apakah Anda yakin?”. Tidak ada pemeriksaan cakupan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *