iPhone 16 Masih Relevan di 2026: Terlaris Dunia, Dukungan iOS Panjang, Tapi Ada Catatan
INFO TEKNO> iPhone 16 bukan sekadar ponsel lama yang bertahan — Counterpoint Research mencatatnya sebagai smartphone terlaris di seluruh dunia sepanjang 2025, dan relevansinya di 2026 masih terjaga kuat.
Dengan prosesor A18, dukungan Apple Intelligence, dan jaminan pembaruan perangkat lunak yang panjang, perangkat yang dirilis akhir 2024 ini masih layak masuk daftar pertimbangan siapa pun yang mencari iPhone tanpa harus membayar lebih mahal.
Dukungan Perangkat Lunak: Investasi Jangka Panjang
Apple dikenal konsisten dalam memberikan dukungan pembaruan iOS untuk perangkat lamanya. Bukti paling nyata: iPhone 11 yang dirilis pada akhir 2019 masih menjalankan iOS 26 di tahun 2026 — enam tahun penuh dukungan tanpa tanda-tanda dihentikan.
iPhone 16 memiliki posisi yang jauh lebih menguntungkan. Kehadiran Apple Intelligence di perangkat ini menjadi alasan strategis bagi Apple untuk terus mendukungnya. Apple Intelligence adalah pilar peta jalan perusahaan ke depan, sehingga ada landasan kuat untuk percaya bahwa iPhone 16 akan menerima pembaruan perangkat lunak setidaknya lima tahun lagi sejak peluncurannya.
Bagi pembeli yang ingin investasi perangkat jangka panjang, angka ini bukan hal kecil.
Desain dan Layar: Modern Tanpa Kompromi
iPhone 16 hadir dengan desain masa kini yang mengusung potongan Dynamic Island — antarmuka notch generasi berikutnya yang memungkinkan notifikasi dan aktivitas real-time tampil lebih terintegrasi. Tidak ada lagi takik kotak besar yang mencolok di bagian atas layar.
Antarmuka Liquid Glass milik Apple membuat tampilan keseluruhan terasa segar dan elegan. Ditambah lagi, iOS 27 yang dijadwalkan hadir di paruh kedua 2026 diperkirakan akan memperbaiki sejumlah bug dan meningkatkan responsivitas antarmuka — artinya pengalaman menggunakan iPhone 16 berpotensi semakin membaik seiring waktu, bukan stagnan.
Kamera: Photographic Styles dan Camera Control
Sektor kamera menjadi salah satu daya tarik terbesar iPhone 16. Perangkat ini dilengkapi dua kamera utama dan menghadirkan Camera Control — tombol khusus yang memungkinkan pengguna langsung membuka kamera dan mengambil foto dengan lebih cepat dari sebelumnya.
Fitur Photographic Styles generasi berikutnya membawa fleksibilitas kreatif yang tidak dimiliki banyak pesaing di kelasnya. Pengguna dapat menyesuaikan tampilan foto sebelum maupun sesudah pengambilan gambar — sebuah pembaruan yang disebut sebagai salah satu lompatan kamera iPhone paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan pengguna yang tidak terbiasa mengatur pengaturan manual pun bisa langsung merasakan manfaatnya.
Performa dan Baterai: Kencang, Tapi Ada Satu Kekurangan
Prosesor A18 yang tertanam di iPhone 16 merupakan chip premium yang dirancang untuk tugas-tugas berat, termasuk komputasi AI lokal yang menjadi fondasi Apple Intelligence. Performa harian terasa mulus dan responsif.
Baterai bertahan hingga 22 jam dalam pengujian — cukup untuk melewati hari penuh bahkan dengan pemakaian tanpa henti. Pengisian nirkabel cepat 22W turut disematkan, sebuah peningkatan yang mempercepat proses pengisian dibanding generasi sebelumnya.
Satu kekurangan yang cukup terasa: penyimpanan dasar hanya 128GB. Di tahun 2026, kapasitas ini mulai terasa sempit, terutama bagi pengguna yang menyimpan banyak foto, video, atau aplikasi besar. Pengguna yang baru naik dari perangkat 64GB tentu masih akan merasakan peningkatan, tapi bagi yang terbiasa dengan 256GB ke atas, ini bisa menjadi pertimbangan serius.
Perbandingan: iPhone 17 dan iPhone 17e
Bagi yang mempertimbangkan opsi lain dari ekosistem Apple, ada dua nama yang perlu dicermati.
iPhone 17 dijual $100 lebih mahal dari iPhone 16, tetapi membawa peningkatan yang cukup substansial: penyimpanan 256GB, prosesor A19, daya tahan baterai hingga 30 jam, layar lebih besar 6,3 inci dengan Always-On Display dan ProMotion 120Hz, serta kamera ultra-wide yang ditingkatkan menjadi 48MP dan kamera depan 18MP — dibanding 12MP pada keduanya di iPhone 16.
iPhone 17e adalah pilihan berbeda. Diluncurkan awal 2026, perangkat ini masih mempertahankan desain lama iPhone 14 dengan notch konvensional dan hanya satu kamera utama 48MP. Meski prosesor dan baterainya sedikit lebih baik dari iPhone 16, perangkat ini tidak menawarkan fitur-fitur premium yang ada di lini utama — seperti dukungan Wi-Fi 7, Camera Control, dan kemampuan pengisian daya lebih cepat yang dimiliki iPhone 16.
Dengan kata lain, iPhone 17e bukan upgrade dari iPhone 16. Justru sebaliknya.
FAQ
Q: Apakah iPhone 16 masih layak dibeli di tahun 2026?
A: Ya, iPhone 16 masih layak dibeli di 2026. Perangkat ini tercatat sebagai smartphone terlaris dunia sepanjang 2025 menurut Counterpoint Research, didukung prosesor A18, Apple Intelligence, dan jaminan pembaruan perangkat lunak hingga minimal lima tahun ke depan.
Q: Berapa lama iPhone 16 akan mendapat dukungan pembaruan iOS?
A: Berdasarkan rekam jejak Apple — iPhone 11 dari 2019 masih mendapat iOS 26 di 2026 — serta posisi Apple Intelligence sebagai fitur strategis perusahaan, iPhone 16 diperkirakan akan mendapat dukungan perangkat lunak setidaknya lima tahun lagi.
Q: Apa perbedaan utama iPhone 16 dan iPhone 17?
A: iPhone 17 hadir dengan harga $100 lebih mahal, penyimpanan 256GB, prosesor A19, baterai 30 jam, layar 6,3 inci dengan ProMotion 120Hz dan Always-On Display, serta kamera ultra-wide dan depan yang lebih baik dibanding iPhone 16.
Q: Apakah iPhone 17e lebih baik dari iPhone 16?
A: Tidak sepenuhnya. iPhone 17e menggunakan desain lama dengan notch, hanya memiliki satu kamera, dan tidak dilengkapi fitur premium seperti Wi-Fi 7, Camera Control, serta pengisian daya lebih cepat yang ada di iPhone 16.
Q: Apa kelemahan utama iPhone 16?
A: Kelemahan utama iPhone 16 adalah penyimpanan dasar yang hanya 128GB, yang mulai terasa terbatas di tahun 2026 bagi pengguna dengan kebutuhan penyimpanan tinggi.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






