Aplikasi Friendster Masuk App Store, Cara Daftarnya Wajib Ketemu Langsung

Programmer Philadelphia Mike Carson membeli domain Friendster seharga US$20.000 Bitcoin dan meluncurkan aplikasi iOS baru — tanpa iklan, tanpa algoritma, tanpa jual data pengguna.

Programmer Philadelphia Mike Carson membeli domain Friendster seharga US$20.000 Bitcoin
Programmer Philadelphia Mike Carson membeli domain Friendster seharga US$20.000 Bitcoin

Friendster Muncul Lagi di App Store, Programmer Philadelphia Tebus Domain dengan US$20 Ribu Bitcoin

INFO TEKNO> Friendster — platform media sosial yang merajai internet di awal 2000-an sebelum digulingkan Facebook dan MySpace — kini resmi hadir kembali sebagai aplikasi iOS, dibangun ulang oleh seorang programmer asal Philadelphia bernama Mike Carson yang membeli domain legendaris itu menggunakan US$20.000 dalam bentuk Bitcoin.

Carson mengumumkan peluncuran ini melalui unggahan blog pada Senin, 27 April 2025. Aplikasi yang dikembangkan oleh Friendster Labs Inc. itu kini tersedia di App Store dengan ukuran 5,9 MB dan bisa diunduh pengguna berusia 13 tahun ke atas.

Bagaimana Carson Mendapatkan Domain Friendster

Cerita di balik comeback ini berawal dari kejelian bisnis, bukan sekadar nostalgia.

Carson membangun kariernya melalui operasi SaaS mandiri, termasuk situs pemesanan nama domain Park.io, serta investasi aktif di pasar nama domain premium. Koneksinya dengan industri inilah yang membuka jalan menuju akuisisi Friendster.

Ia menyadari bahwa Friendster.com tiba-tiba aktif kembali pada Oktober 2023 setelah delapan tahun offline — sebuah detail yang langsung menarik perhatiannya.

“Saya penasaran siapa pemiliknya, jadi saya memeriksa informasi WHOIS dan mengenali pemiliknya sebagai pelanggan Park.io, dan bahwa saya pernah berkorespondensi dengannya sebelumnya melalui email,” kata Carson.

Ternyata pemilik domain saat itu membeli Friendster.com dengan harga di bawah US$8.000 dan hanya memanfaatkannya untuk menayangkan iklan. Tidak ada ambisi membangun ulang platform. Carson pun bergerak cepat mengamankan kesepakatan.

“Kami mencapai kesepakatan di mana saya memberinya US$20 ribu dalam bentuk Bitcoin dan sebuah domain yang menghasilkan sekitar US$9 ribu per tahun dari pendapatan iklan, dan dia memberi saya domain Friendster.com,” tambah Carson.

Setelah mengamankan domain, Carson juga mengamankan hak merek dagang Friendster — dua aset kunci yang menjadi fondasi peluncuran ulang ini.

Baca Juga  15 Game PS5 Diskon Sampai 90% di Spring Sale PlayStation Store, Berakhir 22 April

Friendster di Masa Jayanya: 115 Juta Pengguna dan Dominasi Asia-Pasifik

Sebelum era Facebook, Friendster adalah raja jaringan sosial global. Platform ini mencatat lebih dari 115 juta pengguna terdaftar pada puncak popularitasnya — dengan basis pengguna terbesar terkonsentrasi di kawasan Asia-Pasifik setelah MySpace dan Facebook mengambil alih dominasi di Amerika Serikat.

Pada 2009, penyedia layanan pembayaran Malaysia MOL Global mengakuisisi Friendster dalam kesepakatan yang dilaporkan bernilai US$26,4 juta, menandai fase terakhir sebelum platform ini akhirnya tutup sepenuhnya.

Visi Neo-Friendster: Tanpa Iklan, Tanpa Algoritma, Tanpa Jual Data

Carson tidak sekadar ingin menghidupkan nostalgia. Ia memiliki agenda yang jauh lebih tajam tentang seperti apa jejaring sosial seharusnya beroperasi.

“Hari ini saya merasa bahwa jejaring sosial memicu banyak hal negatif, tapi saya ingat Friendster sebagai pengalaman yang sangat positif dan menyenangkan,” tulis Carson dalam blog-nya.

“Saya ingin menciptakan sesuatu yang positif, sesuatu yang akan dinikmati dan dianggap berguna oleh orang-orang,” tambahnya.

Visi itu diwujudkan dalam bentuk platform yang tidak akan menjual data kepada pengiklan, tidak memiliki algoritma rekomendasi, dan bebas dari iklan. Sebuah pendekatan yang pada dasarnya merupakan versi back-to-basics dari era awal media sosial — jauh sebelum model bisnis data surveillance menjadi norma industri.

Motivasi personal turut berperan. Carson menjelaskan kecintaannya pada platform media sosial awal, khususnya OkCupid, tempat ia pertama kali bertemu istrinya.

Cara Berteman yang Unik: Wajib Sentuh Ponsel Secara Fisik

Fitur paling tidak konvensional dari Neo-Friendster adalah mekanisme pertemanannya. Berbeda dari semua platform yang ada, Friendster baru ini mengharuskan pengguna untuk menyentuhkan ponsel mereka secara fisik satu sama lain untuk terhubung.

“Ide bahwa satu-satunya cara untuk berteman di Friendster adalah dengan menyentuhkan ponsel itu menyenangkan karena akan mendorong orang untuk bertemu secara langsung,” kata Carson.

“Hal itu juga akan memastikan bahwa Anda terhubung dengan orang sungguhan, dan orang-orang yang benar-benar ingin Anda hubungi,” imbuhnya.

Mekanisme ini secara by design memblokir pembentukan koneksi virtual murni — sebuah keputusan yang melawan arus hampir semua platform media sosial yang justru memaksimalkan kemudahan menambah teman tanpa interaksi fisik.

Baca Juga  Vercel Kena Bobol, Kunci API dan Kode Sumber Pelanggan Dijual Online

Peluncuran Awal Belum Mulus, Tapi Adopsi Terus Tumbuh

Upaya awal Carson untuk meluncurkan kembali Friendster melalui sistem daftar tunggu menghasilkan respons yang terbatas. Dikutip dari The Register, fitur-fitur yang tersedia dinilai “bagus, tetapi [tidak] cukup menarik” untuk mendorong adopsi masif pada fase awal.

Namun situasi mulai berubah. Pantauan CNNIndonesia.com pada Rabu, 29 April 2025, mencatat bahwa aplikasi Friendster sudah menduduki posisi nomor 52 di chart social networking App Store — sebuah tanda awal bahwa nostalgia dan konsep berbeda yang ditawarkan Carson mulai menarik perhatian pengguna.

Status Saat Ini: Hanya iOS, Android dan Web Menyusul

Siapa pun kini bisa mendaftar akun Neo-Friendster, tetapi feed akan tampak kosong kecuali pengguna benar-benar aktif keluar rumah dan berinteraksi langsung dengan pengguna lain.

Saat ini aplikasi hanya tersedia di platform iOS. Carson mengonfirmasi kepada The Register bahwa versi Android sedang dalam pengerjaan. Versi web Friendster juga akan kembali dalam waktu dekat — sementara ini dinonaktifkan sementara untuk keperluan integrasi teknis dengan aplikasi mobile.

FAQ

Q: Siapa yang membeli dan meluncurkan kembali Friendster?
A: Mike Carson, seorang programmer asal Philadelphia yang juga menjalankan situs pemesanan domain Park.io. Ia membeli domain Friendster.com dengan membayar US$20.000 dalam bentuk Bitcoin, kemudian mengamankan hak merek dagang dan meluncurkan aplikasi iOS Friendster baru melalui Friendster Labs Inc.

Baca Juga  Revelir Insights: Analis AI Baru yang Ungkap Akar Perubahan Metrik CX

Q: Apakah aplikasi Friendster baru sudah bisa diunduh di Indonesia?
A: Ya. Per 29 April 2025, aplikasi Friendster sudah tersedia di App Store untuk pengguna berusia 13 tahun ke atas, berukuran 5,9 MB, dan berada di posisi nomor 52 chart social networking App Store. Saat ini hanya tersedia untuk iOS; versi Android dan web sedang dalam pengerjaan.

Q: Apa yang berbeda dari Friendster versi baru ini dibandingkan media sosial lain?
A: Friendster baru tidak menjual data pengguna kepada pengiklan, tidak memiliki algoritma rekomendasi, dan tidak menampilkan iklan. Fitur pertemanannya juga unik — pengguna wajib menyentuhkan ponsel secara fisik untuk bisa berteman, mendorong interaksi nyata di dunia luar.

Q: Berapa harga yang dibayar Carson untuk domain Friendster.com?
A: Carson membayar US$20.000 dalam bentuk Bitcoin ditambah sebuah domain lain yang menghasilkan sekitar US$9.000 per tahun dari pendapatan iklan kepada pemilik sebelumnya, yang awalnya membeli domain tersebut dengan harga kurang dari US$8.000.

Q: Apakah Friendster versi baru memiliki versi web atau hanya aplikasi?
A: Saat ini hanya tersedia sebagai aplikasi iOS. Versi web sementara dinonaktifkan untuk keperluan integrasi teknis dengan aplikasi mobile dan akan segera dikembalikan. Versi Android juga sedang dalam tahap pengembangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *