Siapa John Ternus?
Ternus bukan nama baru di Apple. Ia bergabung sejak 2001 dan memulai kariernya mengerjakan layar untuk komputer Mac sebelum perannya berkembang mencakup pengembangan Mac dan iPad. Pada 2021, ia resmi memimpin divisi rekayasa perangkat keras Apple.
Di internal perusahaan, Ternus dikenal sebagai figur yang dihormati dan disukai. Pendekatannya dalam memimpin kemungkinan besar menyerupai pendekatan Steve Jobs — mengutamakan kualitas perangkat keras seoptimal mungkin sesuai kebutuhan pengguna, ketimbang berlomba mengembangkan perangkat lunak paling canggih.
Pertaruhan AI: Risiko atau Strategi?
Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah tekanan besar yang dihadapi Apple dalam persaingan kecerdasan buatan. Apple dinilai tertinggal dibanding para pesaingnya dalam pengembangan dan penerapan AI pada produk mereka.
Perusahaan saat ini bergantung pada mitra eksternal untuk mengisi kekosongan tersebut. Meski belum berdampak signifikan pada penjualan perangkat utama, ketergantungan ini dianggap berisiko. Perkembangan AI berpotensi menggeser peran sentral gawai dalam kehidupan sehari-hari — dan ada prediksi bahwa AI pada akhirnya akan mendominasi, apa pun perangkat yang digunakan.
Namun strategi Apple yang berfokus pada perangkat keras berkualitas tinggi belum tentu menjadi kelemahan. Di tengah persaingan yang semakin bergeser ke ranah perangkat lunak dan AI, konsistensi Apple pada pengalaman produk justru bisa menjadi pembeda yang menentukan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






