Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Sejarah Nokia 3310: Chat, Snake II, dan Reputasi Tahan Banting

4 menit baca
Daftar isi

Reputasi “tak bisa dihancurkan”

Siaran pers 2000 tidak menyinggung ketahanan fisik sama sekali. Reputasi itu tumbuh belakangan lewat meme dan video uji benturan di internet, dan Wikipedia mencatat bahwa klaim “indestructible” itu kerap dilebih-lebihkan secara jenaka.

Citra tangguhnya tetap cukup kuat untuk diakui secara resmi. Pada November 2015, Finlandia memilih 3310 sebagai salah satu dari tiga “emoji nasional” pertamanya, dan HMD Global kemudian mengembangkan Nokia 800 Tough dengan reputasi 3310 sebagai acuan. Menurut TechSpot, bodinya dirancang agar terlepas menjadi beberapa bagian saat terbentur, bukan pecah.

Angka 126 juta unit: apa yang dihitung

Dalam siaran pers 21 September 2005, Nokia menyebut Nokia 3310/3330 terjual 126 juta unit sejak 2000 hingga dipensiunkan pada 2005, dan menyebutnya ponsel terlaris di dunia. Artinya 126 juta adalah gabungan dua model, dan merupakan klaim produsen sendiri. Banyak artikel menuliskannya sebagai angka 3310 saja.

Kembali pada 2017

HMD Global, pemegang lisensi merek Nokia, meluncurkan 3310 versi baru pada 26 Februari 2017 dengan harga €49. Bentuknya mengikuti aslinya, tetapi isinya diperbarui: layar warna 2,4 inci, kamera 2 MP, slot microSD, dan Series 30+ dengan klaim siaga 31 hari serta bicara 22 jam. Ponsel ini beroperasi di jaringan 2G dengan dual SIM, dan sebagai feature phone ia tidak menjalankan aplikasi seperti WhatsApp.

Di Indonesia, HMD mengumumkan ketersediaan resminya pada 15 Juni 2017 seharga Rp650.000 lewat distributor Erajaya dan Parastar. Pada November 2018, perwakilan HMD Indonesia menyatakan unitnya sudah habis terjual di pasar. Versi 4G hanya dirilis untuk China, dan HMD Indonesia saat itu menyatakan tidak akan membawanya ke Indonesia.

3310 (2000) 3310 (2017)
Diumumkan 1 September 2000 26 Februari 2017
Layar Monokrom 84 × 48 piksel Warna 2,4 inci
Perangkat lunak Series 20 Series 30+
Klaim baterai Hingga 260 jam siaga, 4 jam 30 menit bicara 31 hari siaga, 22 jam bicara
Kamera — 2 MP
Harga peluncuran — €49 (Rp650.000 di Indonesia)

Yang tersisa dari 3310

Ingatan kita tentang sebuah produk belum tentu sama dengan yang dijual pembuatnya. Fitur chat yang dibanggakan Nokia pada 2000 jarang disebut lagi hari ini, sementara Snake II dan reputasi bodinya tetap hidup lebih dari dua dekade kemudian.

Sumber: https://infotekno.net/sejarah-nokia-3310/

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *