Tim Cook: 15 Tahun Mengubah Apple
Cook mengambil alih Apple pada 2011 dari tangan Steve Jobs — pendiri sekaligus arsitek identitas perusahaan. Sejak saat itu, selama hampir 15 tahun, Cook memimpin transformasi Apple dari perusahaan teknologi konsumen menjadi salah satu korporasi paling bernilai di muka bumi.
Angkanya berbicara sendiri. Di bawah kepemimpinan Cook, kapitalisasi pasar Apple melonjak hingga 20 kali lipat. Pada penutupan pasar Senin, nilai seluruh saham Apple di bursa melampaui US$4 triliun atau setara Rp68.520 triliun.
Cook kini berusia 65 tahun. Tahun lalu, ia menerima total kompensasi sebesar US$74,6 juta (Rp1,2 triliun) dari Apple, terdiri dari gaji pokok US$3 juta dan sisanya dalam bentuk saham. Forbes memperkirakan kekayaan bersih Cook saat ini mencapai US$3 miliar atau setara Rp51,4 triliun.
Cook sendiri merespons pengumuman ini dengan pernyataan yang sarat perasaan. “Ini merupakan kesempatan terbesar bagi diri saya, menjadi CEO Apple, dan dipercaya untuk memimpin perusahaan yang luar biasa. Saya cinta Apple dengan sepenuh hati, dan saya berterima kasih diberikan kesempatan untuk bekerja dengan tim yang inovatif, kreatif, dan peduli,” ujarnya.
Siapa John Ternus?
Nama Ternus mungkin tidak sepopuler Cook di kalangan publik umum. Tapi di dalam Apple, namanya melekat erat pada hampir setiap produk ikonik perusahaan.
Ternus bergabung dengan Apple pada 2001 — dua dekade penuh mengabdi sebelum akhirnya naik ke posisi tertinggi. Kini berusia 50 tahun, ia memimpin tim insinyur hardware yang melahirkan iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, AirPods, hingga Apple Vision Pro.
Portofolio itu bukan daftar biasa. Itu adalah tulang punggung seluruh ekosistem produk Apple yang menghasilkan ratusan miliar dolar pendapatan setiap tahun. Ternus tahu cara kerja Apple dari dalam — dari komponen terkecil hingga arsitektur sistem terbesar.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






