Syarat Klaim dan Cara Mendaftarnya
Kompensasi ini hanya berlaku untuk pengguna Android di Amerika Serikat. Salah satu syarat utama adalah penggunaan perangkat Android sejak tahun 2017.
Proses klaim dilakukan melalui situs resmi penyelesaian gugatan. Jadwal persetujuan akhir pengadilan masih menunggu keputusan resmi.
Google Diwajibkan Ubah Kebijakan Privasi
Selain membayar kompensasi, Google juga diwajibkan melakukan perubahan pada kebijakan privasi dan transparansi sistem Android sebagai bagian dari kesepakatan.
Perubahan tersebut mencakup tiga hal utama: penjelasan lebih rinci soal penggunaan data latar belakang, permintaan persetujuan pengguna saat pengaturan awal perangkat, serta opsi penghentian pengumpulan data jika fitur tertentu dinonaktifkan oleh pengguna.
Langkah ini mencerminkan tekanan regulasi yang kian kuat terhadap perusahaan teknologi global dalam hal perlindungan data — dan menjadi pengingat bahwa transparansi pengelolaan data bukan sekadar tuntutan etis, melainkan kewajiban hukum yang bisa berujung tuntutan miliaran dolar.
FAQ
Q: Mengapa Google membayar kompensasi Rp2,3 triliun kepada pengguna Android?
A: Google menyelesaikan gugatan class action yang menuding sistem Android mengirimkan data pengguna secara diam-diam tanpa izin, termasuk saat perangkat tidak aktif, sehingga menguras kuota data seluler pengguna.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






