Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Super-Agent DeepSeek Pantau Obrolan Developer dan Tawarkan Solusi

3 menit baca
Daftar isi

Super-Agent DeepSeek Masih Prototipe, Belum Ada Tolok Ukur

INFO TEKNO> DeepSeek merilis Super-Agent, prototipe agen AI pemrograman sumber terbuka yang memantau obrolan developer dan menawarkan solusi coding tanpa menunggu diminta.

Super-Agent datang dari tim Harness di DeepSeek. Chatbot AI untuk coding pada umumnya baru bekerja setelah developer mengetik pertanyaan atau perintah, sedangkan Super-Agent tidak harus menunggu.

Agen ini bisa mengamati diskusi di grup developer dan mengenali masalah pemrograman yang muncul di sana. Begitu menemukannya, ia bisa memberi rekomendasi solusi kepada developer.

DeepSeek menyebut tujuan pendekatan ini adalah manfaat sebesar mungkin dengan campur tangan manusia sesedikit mungkin.

Selama ini, developer umumnya harus menjelaskan masalah, memberi konteks, lalu meminta AI menulis atau memperbaiki kode.

Super-Agent mencoba mengubah alur itu dengan menempatkan agen AI di dekat percakapan tempat masalah pemrograman muncul.

Teknologi yang mendasarinya adalah “agent harness”, yaitu kerangka perangkat lunak yang memberi model bahasa besar (LLM) akses ke berbagai alat.

Dengan agent harness, AI tak sebatas memahami perintah dan menghasilkan kode, tetapi juga mengerjakan tugas pemrograman yang lebih rumit.

Pada awal 2026, DeepSeek membentuk tim Harness yang bertugas menggarap agen AI untuk berbagai pekerjaan pemrograman, sekaligus menyaingi produk perusahaan AI terkemuka di Amerika Serikat.

Meski begitu, Super-Agent masih prototipe. Belum ada tolok ukur dari DeepSeek yang menggambarkan keandalan agen ini pada pekerjaan pengembangan software yang rumit, ataupun kesiapannya untuk skala besar.

Super-Agent membawa DeepSeek lebih dekat ke persaingan AI coding dengan Anthropic dan OpenAI.

Claude Code buatan Anthropic, misalnya, sudah bisa membantu developer memahami basis kode serta menemukan dan memperbaiki bug. Alat itu juga menulis kode, menjalankan pengujian, sampai membuat pull request.

OpenAI mengembangkan Codex untuk alur kerja pengembangan software yang memakai agen AI. Kemampuannya mencakup mengerjakan beberapa tugas secara paralel dan memakai alat untuk meninjau kode.

Persaingan yang kian ketat antara DeepSeek, Anthropic, dan OpenAI berpotensi melahirkan perangkat coding AI yang makin canggih serta terjangkau untuk developer, menurut Digital Trends yang dilansir Senin (2/11/2026).

Laporan itu menilai Super-Agent, yang masih di tahap awal, menggambarkan arah pengembangan AI coding ke depan. Namun, alat ini belum cukup untuk membuat developer beralih dari Claude Code atau Codex yang sudah tersedia.

Dari sisi pendanaan, Bloomberg melaporkan DeepSeek telah mengumpulkan sekitar 100 miliar yuan dalam putaran terbarunya. Dana itu terkumpul menjelang rencana perusahaan asal China tersebut menggelar penawaran umum perdana saham (IPO).

Sumber: https://infotekno.net/super-agent-deepseek-agen-ai-coding/

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *