Daftar isi
Cloud Computing dan Kebutuhan Tenaga Profesional TI di Perusahaan
INFO TEKNO> Cloud computing kini menjadi fondasi operasional perusahaan, sehingga kebutuhan tenaga TI yang mampu merancang, mengelola, dan mengamankannya makin nyata, menurut Universitas Nusa Mandiri (UNM).
Perusahaan yang masih bertumpu pada infrastruktur konvensional dan belum menimbang transformasi digital berisiko tertinggal dalam persaingan bisnis. UNM menyebut kecepatan mengolah data, keamanan informasi, dan kelancaran sistem operasional sebagai kebutuhan penting saat ini.
Komputasi awan memungkinkan perusahaan mengakses data dan aplikasi lewat internet. Dengan begitu, perusahaan bisa mengurangi ketergantungan pada server fisik yang mereka kelola sendiri.
UNM menilai teknologi ini sudah melampaui sekadar penyimpanan data daring. Menurut UNM, cloud computing membantu perusahaan menjalankan operasional yang fleksibel dan efisien, dengan sistem yang mudah dikembangkan.
Cloud Computing Memberi Fleksibilitas Kapasitas bagi Perusahaan
Perusahaan dapat mengatur kapasitas penyimpanan dan komputasi sesuai kebutuhan tanpa selalu membangun infrastruktur fisik sendiri. Pola ini berguna bagi organisasi yang mengolah data dalam jumlah besar dan memakai sistem yang tumbuh mengikuti aktivitas bisnis.
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ikut memperkuat kebutuhan itu. Aplikasi AI memerlukan daya komputasi dan pengelolaan data yang memadai, dan infrastruktur cloud dapat memproses serta menyimpan data secara lebih fleksibel.
Risiko Keamanan Data dan Tata Kelola Teknologi
UNM mengingatkan bahwa cloud computing membawa tanggung jawab besar. Perusahaan harus menjaga keamanan data dan privasi, memastikan jaringan andal, serta mengatur siapa yang boleh mengakses sistem.
Kebocoran informasi atau gangguan sistem dapat memengaruhi operasional sekaligus kepercayaan pelanggan. Karena itu, perusahaan perlu tata kelola teknologi yang baik, di antaranya pemantauan sistem, pencadangan data, kebijakan keamanan, dan pengelolaan infrastruktur yang berkelanjutan.
Menurut UNM, transformasi digital tidak cukup dengan mengadopsi teknologi terbaru. Perusahaan membutuhkan talenta yang memahami cara membangun, menjalankan, dan melindungi sistem digital, di luar kemampuan memakai aplikasi.
Peran Perguruan Tinggi dan S1 Informatika UNM Kampus Margonda
UNM memandang perguruan tinggi punya tanggung jawab strategis menyiapkan lulusan yang menjawab kebutuhan industri. Pendidikan informatika, menurut UNM, harus menjembatani pengetahuan akademik dengan keterampilan praktis yang menjadi kebutuhan dunia kerja.
Mahasiswa perlu mengenal keamanan siber, infrastruktur jaringan, pengelolaan basis data, dan rekayasa perangkat lunak. Konsep dan praktik harus berjalan bersama agar teori bisa dipakai menyelesaikan persoalan nyata.
UNM menyebut dirinya Kampus Digital Bisnis. Program Studi S1 Informatika di Kampus Margonda berakreditasi Unggul, dengan praktikum di laboratorium dan kurikulum yang menyesuaikan perkembangan teknologi.

Aaf Afiatna (Aura Pet) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati dan PT Arsyila Bintang Fortuna. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.
Sumber: https://infotekno.net/cloud-computing-talenta-informatika-unm/




















