Alt text (teks alternatif) adalah deskripsi gambar yang dibaca oleh Google dan pembaca layar. Sertakan kata kunci secara alami di alt text — misalnya alt="panduan on-page seo untuk pemula" — namun jangan dipaksakan di setiap gambar.
Nama file gambar sebaiknya deskriptif. Ganti IMG_20240101.jpg menjadi on-page-seo-checklist.jpg sebelum mengupload.
Ukuran file harus dikompres tanpa mengorbankan kualitas visual. Gambar besar memperlambat loading halaman, yang berdampak langsung pada peringkat. Gunakan alat seperti TinyPNG atau format WebP untuk kompresi optimal.
8. Internal Link: Membangun Jaringan Konten
Internal link adalah tautan dari satu halaman di website Anda ke halaman lain di website yang sama. Ini salah satu teknik on-page yang paling sering diabaikan pemula, padahal dampaknya signifikan.
Manfaat internal link:
- Membantu Google merayapi dan mengindeks lebih banyak halaman di website Anda
- Mendistribusikan otoritas (link equity) dari halaman kuat ke halaman yang lebih lemah
- Membuat pengunjung lebih lama berada di website Anda dengan menawarkan konten relevan lainnya
Tips praktis: Setiap kali menerbitkan artikel baru, kembali ke 2–3 artikel lama yang relevan dan tambahkan internal link menuju artikel baru tersebut.
9. Kecepatan Halaman: Faktor Teknis yang Masuk On-Page
Google secara resmi menggunakan Core Web Vitals sebagai faktor peringkat sejak 2021. Tiga metrik utamanya:
| Metrik | Yang Diukur | Target |
|---|---|---|
| LCP (Largest Contentful Paint) | Seberapa cepat konten utama dimuat | < 2,5 detik |
| INP (Interaction to Next Paint) | Responsivitas halaman saat diklik | < 200 milidetik |
| CLS (Cumulative Layout Shift) | Stabilitas visual saat dimuat | < 0,1 |
Gunakan Google PageSpeed Insights (gratis) untuk mengecek skor dan mendapatkan rekomendasi spesifik perbaikan.
Checklist On-Page SEO Sebelum Publikasi
Gunakan daftar ini setiap kali hendak menerbitkan artikel baru:
- [ ] Kata kunci utama ada di title tag, H1, dan paragraf pertama
- [ ] Meta description ditulis dengan menarik, maks 160 karakter
- [ ] URL pendek, bersih, mengandung kata kunci
- [ ] Struktur heading H1 → H2 → H3 digunakan dengan benar
- [ ] Gambar memiliki alt text yang deskriptif dan nama file yang relevan
- [ ] Ada minimal 2–3 internal link ke artikel lain yang relevan
- [ ] Konten menjawab search intent kata kunci yang dibidik
- [ ] Halaman dimuat dalam kurang dari 3 detik
Pertanyaan Umum tentang On-Page SEO
Seberapa sering kata kunci harus muncul dalam artikel? Tidak ada angka pasti. Panduan umum yang sering dipakai adalah keyword density sekitar 1–2% dari total kata, namun yang lebih penting adalah penempatan yang alami. Google lebih cerdas dari sekadar menghitung frekuensi kata.
Apakah panjang artikel menentukan peringkat? Tidak secara langsung. Artikel panjang cenderung lebih komprehensif, dan kelengkapan itulah yang diganjar Google — bukan panjangnya semata. Artikel 800 kata yang menjawab pertanyaan secara tuntas bisa mengungguli artikel 3.000 kata yang bertele-tele.
Seberapa cepat on-page SEO memberikan hasil? Untuk website baru, umumnya 3–6 bulan sebelum peringkat mulai stabil. Untuk website yang sudah ada, perbaikan on-page bisa menunjukkan perubahan dalam 4–8 minggu tergantung seberapa sering Google merayapi halaman Anda.
Apakah on-page SEO cukup tanpa backlink? Untuk kata kunci dengan persaingan rendah (long-tail), on-page SEO yang kuat seringkali sudah cukup. Untuk kata kunci kompetitif, on-page SEO adalah fondasi yang harus diperkuat dengan strategi off-page seperti link building.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






