Daftar isi
FAQ
Q: Bagaimana cara kerja lampu PJU Pintar buatan dosen Unesa?
A: Lampu ini memakai YOLO, teknologi computer vision, bersama platform Node-RED. Sistemnya mengenali lalu mengklasifikasi pejalan kaki sampai jarak 15 meter di malam hari secara real-time. Dengan adaptive lighting, lampu menyala ketika ada pengguna jalan dan meredup bila tidak ada aktivitas.
Q: Berapa penghematan energi yang dihasilkan lampu PJU Pintar Unesa?
A: Widi Aribowo menyatakan pengujian menunjukkan konsep adaptive lighting “mampu memangkas pemborosan energi listrik PJU sebesar 25 hingga 50 persen”. Konsep itu membuat lampu menyala saat mendeteksi pengguna jalan dan meredup bila tidak ada aktivitas. Pernyataan ini dikutip dari Unesa, Selasa, 27 Oktober 2026.
Q: Apa itu daftar top 2% ilmuwan dunia?
A: Daftar ini diinisiasi penerbit Elsevier dan Stanford University untuk mengapresiasi rekam jejak penelitian ilmuwan, dengan mengukur jumlah sitasi dari publikasi mereka. Ilmuwan Indonesia masuk sejak 2020, dan pada periode 2026 jumlahnya meningkat hingga 30,1 persen, sedangkan tahun sebelumnya ada 209 ilmuwan Indonesia.
Q: Siapa dosen Unesa yang masuk daftar top 2% ilmuwan dunia?
A: Widi Aribowo, dosen Fakultas Vokasi Unesa dari Program Studi D4 Teknik Listrik sekaligus Kepala Seksi Smart Energi, menjadi satu-satunya dosen Unesa dalam daftar itu. Ia juga menciptakan Jalak Bali Optimization Algorithm serta Cendrawasih Bird Optimization Algorithm, dua metode optimasi AI yang terbit di jurnal bereputasi Q1 dan Q2.

Aaf Afiatna (Aura Pet) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.
Sumber: https://infotekno.net/lampu-jalan-pintar-widi-aribowo-unesa/




















