Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Internet 100 Mbps Sekitar Rp140 Ribu Jadi Sasaran Komdigi

5 menit baca
Daftar isi

Fiber optik adalah kabel serat kaca tipis yang mengirim data dalam bentuk pulsa cahaya. Karena sinyalnya berupa cahaya, kabel ini lazim menjadi jalur data berkapasitas besar.

Nezar menilai pembangunan fiber optik perlu meluas supaya konektivitas cepat tidak hanya melayani kawasan bisnis dan perkotaan. Rumah tangga juga menjadi sasaran, dengan seluruh anggota keluarga memakai koneksi bersama.

Siaran pers Komdigi menempatkan perluasan fixed broadband sebagai bagian dari penguatan fondasi infrastruktur digital nasional.

Siaran pers itu menilai internet cepat dengan harga terjangkau penting bagi kegiatan belajar, pekerjaan, pengembangan usaha, dan akses ke berbagai layanan publik.

Keterangan Nezar dalam siaran pers belum menyebut periode tagihan, penyedia layanan, jadwal pembangunan jaringan, maupun wilayah yang menjadi prioritas.

Karena itu, Rp140 ribu belum menjadi tarif final untuk pelanggan. Angka itu baru menunjukkan arah target pemerintah.

Selain jalur kabel, pemerintah ingin adopsi 5G naik dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

5G adalah generasi kelima teknologi jaringan seluler, sehingga jalurnya berbeda dengan sambungan kabel fiber optik ke rumah.

Adopsi teknologi berarti seberapa luas masyarakat memakai teknologi tersebut. Komdigi juga menyebut peningkatan kualitas konektivitas seluler sebagai bagian dari upaya ini.

Nezar menyebut penguatan infrastruktur sebagai prioritas.

“Penguatan infrastruktur menjadi yang pertama dan paling penting. Kita akan meningkatkan adopsi teknologi 5G yang saat ini masih di bawah 10 persen, dengan target mendekati 30 hingga 40 persen dalam tiga sampai lima tahun ke depan,” ujar Nezar.

Dibandingkan posisi saat ini yang di bawah 10 persen, target 30 hingga 40 persen itu berarti kenaikan sekitar tiga kali lipat atau lebih.

Keterangan Nezar belum menjelaskan apakah persentase itu merujuk pada jumlah pengguna, perangkat, atau cakupan wilayah.

Dua jalur itu, fiber optik di rumah dan 5G di jaringan seluler, menjadi cara Komdigi mendorong infrastruktur digital yang lebih inklusif.

Komdigi berharap lebih banyak masyarakat memperoleh internet berkualitas dengan harga terjangkau, lalu makin aktif dalam ekonomi digital bersama keluarga.

FAQ

Q: Berapa kecepatan dan biaya internet rumah yang ditargetkan Komdigi?
A: Komdigi menargetkan internet fixed broadband berkecepatan 100 Mbps dengan biaya sekitar Rp140 ribu, dan tetap di bawah Rp200 ribu. Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menyampaikannya di Jakarta pada Selasa (27/10/2026), dengan alasan satu koneksi bisa dipakai seluruh anggota keluarga untuk berbagai kebutuhan.

Q: Apa yang dimaksud fixed broadband?
A: Fixed broadband adalah layanan internet pita lebar tetap yang menyalurkan sambungan lewat kabel ke lokasi pelanggan, berbeda dengan internet seluler pada ponsel. Komdigi ingin jaringan fiber optik diperluas sampai ke rumah tangga agar koneksinya bisa digunakan bersama oleh keluarga, tidak hanya di kawasan bisnis atau perkotaan.

Q: Berapa target adopsi 5G yang disebut pemerintah?
A: Nezar menyebut adopsi teknologi 5G saat ini masih di bawah 10 persen. Pemerintah menargetkan angkanya mendekati 30 hingga 40 persen dalam tiga sampai lima tahun ke depan, dengan penguatan infrastruktur sebagai langkah yang menurutnya pertama dan paling penting bagi konektivitas nasional.

Q: Apakah angka Rp140 ribu sudah menjadi tarif resmi?
A: Belum bisa dipastikan. Keterangan Nezar dalam siaran pers belum menyebut periode tagihan, penyedia layanan, jadwal pembangunan jaringan, maupun wilayah yang menjadi prioritas. Karena itu, angka tersebut baru menunjukkan arah target pemerintah dan belum menjadi tarif final untuk pelanggan di rumah tangga.

Sumber: https://infotekno.net/internet-100-mbps-fixed-broadband-komdigi/

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *