Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Asisten AI Dots OpenAI Koordinasikan ChatGPT Work dan Codex

5 menit baca
Daftar isi

Dots bisa memberi tahu pengguna ketika proses mencapai 70%. Jika muncul kesalahan pada angka 80%, Dots dapat membantu mengidentifikasi masalah dan menindaklanjuti perbaikannya lewat tugas yang relevan.

Dots juga dapat merekomendasikan cara membuat sistem pengolahan data lebih kuat agar masalah serupa tidak gampang muncul lagi. Pengguna pun tidak perlu terus memeriksa tiap tahap pekerjaan teknis secara manual.

Dalam demonstrasi langsung, Gabriel memperlihatkan Dots membuat percakapan ChatGPT baru tanpa campur tangan pengguna. Lingkaran ungu menandai percakapan yang Dots mulai, sedangkan intervensi pengguna berwarna lain.

Gabriel meminta Dots masuk ke folder berisi 145 foto di laptopnya, mengganti nama dan mengelompokkan foto, lalu membuat situs galeri untuk laporan internal. Untuk menjalankan tugas itu, Dots membuka percakapan baru sendiri.

Pengguna tetap dapat membuka percakapan tersebut untuk memeriksa perkembangannya atau menambah instruksi. “Sekarang ChatGPT menjadi alat yang juga dapat digunakan oleh Dots,” ujar Gabriel.

Contoh ini menunjukkan Dots bisa menjangkau berkas di laptop pengguna dan memulai tugas ChatGPT sesuai kebutuhan.

Menurut pemaparan Gabriel, Dots dirancang untuk menghubungkan dan mengoordinasikan pekerjaan berbagai alat AI, bukan menggantikan ChatGPT Work atau Codex.

Bagi pengguna yang menangani banyak tugas sekaligus, pendekatan ini mengurangi kebutuhan untuk terus mengingatkan AI soal langkah berikutnya.

Meski mampu mengoordinasikan banyak pekerjaan, Dots tidak memiliki kewenangan tanpa batas.

Pengguna bisa membuat aturan khusus (custom rules), misalnya Dots wajib meminta persetujuan dulu sebelum mengirim email atau membuka file tertentu di komputer. Aturan semacam ini membuat pengguna tetap memegang kendali atas tindakan yang Dots ambil.

Dots juga punya sistem memori yang otomatis mengenali informasi penting dari interaksi sebelumnya. Gabriel mengakui Dots masih berada pada tahap early preview, yaitu pratinjau awal.

OpenAI masih mengembangkan cara agar pengguna bisa melihat dan mengatur informasi yang Dots ingat.

FAQ

Q: Apa bedanya Dots dengan ChatGPT?
A: Menurut Gabriel Chua dari OpenAI, ChatGPT dan Codex adalah alat yang digunakan pengguna, sedangkan Dots memiliki akses ke alat yang sama. Dots dapat mengambil inisiatif berdasarkan konteks, mengoordinasikan beberapa pekerjaan, dan mengingatkan pengguna saat ada hal yang butuh perhatian.

Q: Apa yang bisa dilakukan Dots terhadap Codex?
A: Dots dapat memulai percakapan Codex untuk menangani pekerjaan pemrograman. Codex adalah agen AI untuk pemrograman milik OpenAI. Gabriel Chua mencontohkan Dots memantau pipeline data 100 GB, memberi tahu saat proses mencapai 70%, lalu membantu menelusuri kesalahan yang muncul pada 80%.

Q: Apakah Dots bisa bertindak tanpa izin pengguna?
A: Tidak harus. Pengguna dapat menetapkan aturan khusus (custom rules) agar Dots meminta persetujuan sebelum mengirim email atau membuka file tertentu di komputer. Gabriel Chua menyebut Dots tidak memiliki kewenangan tanpa batas dan masih berada pada tahap early preview.

Q: Bagaimana Dots mengingat informasi dari interaksi sebelumnya?
A: Dots punya sistem memori yang otomatis mengenali informasi penting dari interaksi sebelumnya. Menurut Gabriel Chua, OpenAI masih mengembangkan cara agar pengguna dapat melihat dan mengatur informasi yang diingat Dots, karena asisten ini masih berstatus early preview.

Sumber: https://infotekno.net/asisten-ai-dots-openai-chatgpt-codex/

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *