Daftar isi
OpenAI Jelaskan Perbedaan Dots dengan ChatGPT Work dan Codex
INFO TEKNO> OpenAI mengungkap asisten AI Dots yang mengoordinasikan pekerjaan ChatGPT Work dan Codex sekaligus. Bedanya dengan ChatGPT ada pada cara kecerdasan buatan itu membantu pengguna mengatur beban kerja.
Gabriel Chua, Product Engineer OpenAI, memaparkannya kepada media Asia Pasifik dalam briefing pada Kamis (5/11/2026). Ia menyebut ChatGPT dan Codex sebagai alat, sedangkan Dots memiliki akses ke alat yang sama.
Gabriel menggambarkan hubungan ketiganya begini: “Saya rasa cara terbaik memahaminya adalah ChatGPT dan Codex merupakan alat yang kita gunakan. Sementara Dots bisa dianggap memiliki akses ke alat-alat yang sama,”
Lewat ChatGPT Work dan Codex, pengguna bisa menyerahkan pekerjaan ke AI. Namun, pengguna tetap harus memberi instruksi, memantau hasil, dan menentukan langkah selanjutnya.
Artinya, pengguna masih berperan sebagai pengatur alur kerja dari satu tugas ke tugas lain. Di titik inilah Dots masuk dengan pendekatan yang berbeda.
Dots bisa mengambil inisiatif berdasarkan konteks, mengoordinasikan beberapa pekerjaan sekaligus, dan mengingatkan pengguna ketika ada hal yang butuh perhatian.
Untuk urusan pemrograman, Dots dapat memulai percakapan Codex. Codex, agen AI untuk pemrograman milik OpenAI, membantu pengembang menulis, memeriksa, dan memperbaiki kode.
Dengan begitu, pekerjaan menulis dan memperbaiki kode ikut masuk dalam pantauan Dots.
Gabriel mencontohkan seseorang yang punya sepuluh tugas ChatGPT berjalan terpisah. Tanpa Dots, pengguna harus memantau tiap tugas dan memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.
Dengan Dots, satu asisten mengoordinasikan semua pekerjaan itu dan memberi gambaran perkembangan menyeluruh.
“Jika Anda memiliki sepuluh tugas ChatGPT berbeda yang sedang berjalan, memiliki Dots sebagai supervisor sebenarnya bisa sangat membantu. Dots dapat memberikan gambaran menyeluruh,” kata Gabriel.
Dots juga bisa mengenali hubungan antartugas yang sekilas tidak berkaitan. Contohnya, satu tugas ChatGPT mengelola email pengguna, sedangkan tugas lain menyiapkan poster untuk dicetak.
Bila muncul email yang memberitahukan mesin printer rusak, Dots dapat memahami bahwa kabar itu berpotensi mengganggu pencetakan poster. AI lalu bisa memberi peringatan dan menawarkan bantuan mencari percetakan alternatif.
Menurut Gabriel, kemampuan membaca hubungan antartugas inilah keuntungan Dots dibanding mengelola pekerjaan AI secara terpisah. Tanpa pengawasan terpusat, kabar di satu tugas mudah luput dari tugas lain yang terdampak.
Untuk pekerjaan teknis, Gabriel mencontohkan pipeline pengolahan data berukuran 100 GB. Pipeline adalah rangkaian proses yang mengolah data secara bertahap, dan Dots dapat mengikuti perkembangannya.

Aaf Afiatna (Aura Pet) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati dan PT Arsyila Bintang Fortuna. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.
Sumber: https://infotekno.net/asisten-ai-dots-openai-chatgpt-codex/




















