Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Internet 100 Mbps Sekitar Rp140 Ribu Jadi Sasaran Komdigi

5 menit baca
Daftar isi

Komdigi Bidik Fixed Broadband 100 Mbps, Biaya Kisaran Rp140 Ribu

INFO TEKNO> Pemerintah membidik internet 100 Mbps lewat jaringan fixed broadband dengan biaya sekitar Rp140 ribu. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut angka itu tetap di bawah Rp200 ribu.

Nezar menyampaikan target tersebut di Jakarta, Selasa (27/10/2026), lewat siaran pers Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Menurut dia, kecepatan 100 Mbps pada harga seperti itu membawa dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Dengan kecepatan 100 Mbps, masyarakat bisa membayar sekitar Rp140 ribu atau di bawah Rp200 ribu. Ini akan memberikan dampak ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat,” ujar Nezar.

Pemerintah memakai Rp200 ribu sebagai batas atas dan Rp140 ribu sebagai gambaran besaran biayanya. Selisihnya sekitar Rp60 ribu.

Secara kasar, Rp140 ribu untuk 100 Mbps setara sekitar Rp1.400 untuk setiap 1 Mbps. Hitungan ini hanya membagi dua angka dari Nezar, bukan tarif resmi per paket.

Komdigi menilai skema ini lebih menguntungkan karena seluruh anggota keluarga bisa memakai satu koneksi untuk berbagai kebutuhan. Sambungannya terpasang di satu rumah, sehingga biaya terbagi ke semua pemakainya.

Bila seisi rumah memakai satu sambungan 100 Mbps, kapasitasnya terbagi antaranggota keluarga yang sedang daring pada saat yang sama.

Pernyataan Nezar menyentuh tiga hal sekaligus: tarif internet rumah, perluasan jaringan fiber optik, dan adopsi 5G. Ketiganya berada di bawah payung penguatan infrastruktur digital nasional.

Berikut angka-angka dari pernyataan Nezar dalam siaran pers tersebut.

Hal yang disebut Angka
Kecepatan fixed broadband 100 Mbps
Biaya yang dibidik Sekitar Rp140 ribu
Batas biaya Di bawah Rp200 ribu
Adopsi 5G saat ini Di bawah 10 persen
Target adopsi 5G Mendekati 30 hingga 40 persen dalam tiga sampai lima tahun

Fixed broadband adalah layanan internet pita lebar tetap yang menyalurkan sambungan lewat kabel ke lokasi pelanggan, berbeda dengan internet seluler pada ponsel.

Mbps merupakan kependekan dari megabit per detik. Angka 100 Mbps menunjukkan kecepatan transfer data hingga seratus megabit setiap detik.

Semakin besar angkanya, semakin banyak data yang bisa berpindah dalam satu detik.

Nezar menyebut perluasan akses lewat jaringan fixed broadband sebagai salah satu langkah strategis pemerintah. Langkah itu menyasar kualitas konektivitas sekaligus biaya layanan bagi masyarakat.

Soal cara menekan biaya, Nezar menunjuk perluasan jaringan.

“Internet bisa ditekan biayanya menjadi lebih murah dengan cara memperluas fixed broadband. Kita perlu memperluas jaringan fiber optik agar bisa masuk ke rumah tangga sehingga koneksinya bisa digunakan bersama oleh keluarga,” ujarnya.

Sumber: https://infotekno.net/internet-100-mbps-fixed-broadband-komdigi/

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *