Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Sejarah Friendster: Kenapa Tutup dan Kenapa Kembali di 2026

4 menit baca
Daftar isi

Sejarah Friendster: Dari Tawaran Google yang Ditolak hingga Kembali sebagai Aplikasi 2026

INFO TEKNO> Friendster didirikan Jonathan Abrams pada 2002, dibuka untuk umum pada Maret 2003, dan menolak tawaran akuisisi Google senilai US$30 juta di tahun yang sama. Pada 2008 ia menjadi salah satu jejaring sosial terbesar di Asia, dan di Indonesia ia tetap populer sampai sekitar 2012. Layanannya dimatikan pada 14 Juni 2015. Pada April 2026, sebuah aplikasi baru bernama Friendster muncul di iOS, tetapi menurut Wikipedia aplikasi itu tidak punya hubungan hukum maupun teknis dengan layanan aslinya.

Artikel ini menelusuri bagaimana Friendster naik, mengapa ia surut, dan apa yang sebenarnya kembali pada 2026.

Lahir sebelum MySpace dan Facebook

Nama Friendster berasal dari gabungan kata friend dan Napster. Situs ini memakai pendekatan “lingkaran pertemanan” untuk menghubungkan orang lewat teman dari teman. Setelah dibuka pada 2003, Friendster dipakai 3 juta orang dalam beberapa bulan pertama. Ia mendahului MySpace yang dibuka pada 2003 dan Facebook pada 2004. Menurut Nielsen//NetRatings yang dikutip Wikipedia, Friendster dianggap jejaring sosial teratas sampai sekitar April 2004, ketika MySpace melampauinya dalam jumlah tampilan halaman.

Tawaran Google yang ditolak

Pada 2003, Google menawar Friendster senilai US$30 juta, dan tawaran itu ditolak. Friendster lalu mendapat pendanaan dari Kleiner Perkins Caufield & Byers dan Benchmark Capital pada Oktober 2003 dengan valuasi yang dilaporkan US$53 juta. Associated Press menyebut keputusan tidak menjual itu sebagai salah satu kesalahan terbesar di Silicon Valley. Penilaian itu lahir setelah kejadiannya diketahui, dan menurut catatan yang sama, Abrams menolak atas saran sejumlah investor.

Halaman yang lambat

Masalah yang paling sering disebut dari era ini adalah kecepatan. Mental Floss menulis bahwa sebuah halaman Friendster kadang butuh 40 detik untuk dimuat, dan menambah fitur baru terasa tidak menarik karena bisa memperlambat halaman lebih jauh. Pengguna yang kesal berpindah ke MySpace, yang menawarkan profil lebih bisa disesuaikan. Pada April 2004, Abrams digantikan sebagai CEO oleh Tim Koogle, mantan CEO Yahoo yang saat itu baru bergabung di dewan direksi, sebagai CEO sementara.

Kemunduran Friendster jarang punya satu sebab tunggal. Persaingan dengan Facebook juga disebut dalam hampir semua ulasan, dan artikel CNN Indonesia mencatat bahwa setelah beberapa masalah teknis dan desain ulang, lalu lintas situs ini merosot tajam sejak Juli 2009 karena pengguna beralih ke Facebook.

Sumber: https://infotekno.net/sejarah-friendster/

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *