Visi Neo-Friendster: Tanpa Iklan, Tanpa Algoritma, Tanpa Jual Data
Carson tidak sekadar ingin menghidupkan nostalgia. Ia memiliki agenda yang jauh lebih tajam tentang seperti apa jejaring sosial seharusnya beroperasi.
“Hari ini saya merasa bahwa jejaring sosial memicu banyak hal negatif, tapi saya ingat Friendster sebagai pengalaman yang sangat positif dan menyenangkan,” tulis Carson dalam blog-nya.
“Saya ingin menciptakan sesuatu yang positif, sesuatu yang akan dinikmati dan dianggap berguna oleh orang-orang,” tambahnya.
Visi itu diwujudkan dalam bentuk platform yang tidak akan menjual data kepada pengiklan, tidak memiliki algoritma rekomendasi, dan bebas dari iklan. Sebuah pendekatan yang pada dasarnya merupakan versi back-to-basics dari era awal media sosial — jauh sebelum model bisnis data surveillance menjadi norma industri.
Motivasi personal turut berperan. Carson menjelaskan kecintaannya pada platform media sosial awal, khususnya OkCupid, tempat ia pertama kali bertemu istrinya.
Cara Berteman yang Unik: Wajib Sentuh Ponsel Secara Fisik
Fitur paling tidak konvensional dari Neo-Friendster adalah mekanisme pertemanannya. Berbeda dari semua platform yang ada, Friendster baru ini mengharuskan pengguna untuk menyentuhkan ponsel mereka secara fisik satu sama lain untuk terhubung.
“Ide bahwa satu-satunya cara untuk berteman di Friendster adalah dengan menyentuhkan ponsel itu menyenangkan karena akan mendorong orang untuk bertemu secara langsung,” kata Carson.
“Hal itu juga akan memastikan bahwa Anda terhubung dengan orang sungguhan, dan orang-orang yang benar-benar ingin Anda hubungi,” imbuhnya.
Mekanisme ini secara by design memblokir pembentukan koneksi virtual murni — sebuah keputusan yang melawan arus hampir semua platform media sosial yang justru memaksimalkan kemudahan menambah teman tanpa interaksi fisik.
Peluncuran Awal Belum Mulus, Tapi Adopsi Terus Tumbuh
Upaya awal Carson untuk meluncurkan kembali Friendster melalui sistem daftar tunggu menghasilkan respons yang terbatas. Dikutip dari The Register, fitur-fitur yang tersedia dinilai “bagus, tetapi [tidak] cukup menarik” untuk mendorong adopsi masif pada fase awal.
Namun situasi mulai berubah. Pantauan CNNIndonesia.com pada Rabu, 29 April 2025, mencatat bahwa aplikasi Friendster sudah menduduki posisi nomor 52 di chart social networking App Store — sebuah tanda awal bahwa nostalgia dan konsep berbeda yang ditawarkan Carson mulai menarik perhatian pengguna.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






