Namun, para ahli optimistis bahwa dengan penelitian lanjutan, teknologi ini dapat dikembangkan secara bertahap.
Potensi Penerapan di Masa Depan
IoT, AI, dan green computing
Dalam jangka menengah, chip berbasis jamur berpotensi digunakan pada perangkat Internet of Things (IoT) yang membutuhkan konsumsi daya rendah. Sistem kecerdasan buatan skala kecil dan perangkat edge computing juga menjadi target aplikasi potensial.
Lebih luas lagi, pengembangan ini mendukung konsep green computing, yakni penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan fungsi utama komputasi.
Kesimpulan
Penelitian mengenai jamur shiitake sebagai kandidat pengganti chip komputer menunjukkan bahwa inovasi teknologi tidak selalu bergantung pada material sintetis. Alam, melalui struktur biologis jamur, menawarkan solusi alternatif yang berkelanjutan dan efisien.
Meski masih dalam tahap awal, temuan ini membuka jalan menuju masa depan komputasi yang lebih hijau, hemat energi, dan selaras dengan kebutuhan lingkungan global. Jika terus dikembangkan, jamur bukan hanya akan hadir di meja makan, tetapi juga menjadi bagian dari jantung teknologi digital masa depan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

