Samsung Cabut dari Pasar TV China, Chip AI Melonjak 61% di Q1-2026
INFO TEKNO> Samsung secara resmi menghentikan penjualan televisi dan seluruh lini peralatan rumah tangga di China, langkah yang telah dikonfirmasi langsung melalui laman resmi perusahaan di negeri tersebut.
Daftar Produk yang Resmi Ditarik dari Pasar China
Penarikan ini mencakup rentang produk yang luas. Samsung menghentikan penjualan televisi, monitor, dan kulkas — disusul mesin cuci, pengering pakaian, AC, vacuum cleaner, serta air purifier.
Tidak ada kategori yang dikecualikan. Perusahaan sekaligus menegaskan bahwa tidak akan ada lagi peluncuran produk baru dalam kategori home appliances di pasar China — pernyataan yang menutup pintu segmen ini secara definitif.
Satu jaminan tetap diberikan. Samsung berkomitmen untuk tetap menyediakan layanan purna jual bagi konsumen yang sebelumnya sudah membeli perangkat Samsung. Garansi dan dukungan teknis masih tersedia, namun ekosistem produk baru resmi berhenti.
Haier, Midea, Hisense, dan TCL: Tembok yang Tidak Bisa Ditembus
Tekanan dari produsen domestik China menjadi alasan utama di balik keputusan ini. Persaingan kian sengit seiring meningkatnya kualitas produk merek-merek lokal yang kini mendominasi pasar.
Empat nama besar berdiri di garis terdepan: Haier, Midea, Hisense, dan TCL. Produsen-produsen ini mampu mempertahankan standar kualitas tinggi sekaligus menawarkan harga yang sangat kompetitif. Kombinasi keduanya menciptakan hambatan yang sangat sulit dilampaui oleh struktur biaya Samsung sebagai merek global dengan overhead yang jauh lebih besar.
Faktor geopolitik turut mempertebal dinding itu. Loyalitas konsumen China terhadap brand lokal menguat secara konsisten selama beberapa dekade terakhir. Sentimen ini bukan sekadar preferensi estetika — melainkan keputusan yang sering bersifat politis dan kultural. Bagi brand mancanegara seperti Samsung, ini bukan sekadar soal harga atau fitur yang ditawarkan.
Proses erosi kepercayaan konsumen berlangsung gradual selama bertahun-tahun. Samsung bukan satu-satunya yang merasakan tekanan ini, namun keputusan untuk keluar sepenuhnya — bukan sekadar memangkas lini produk — menggarisbawahi betapa berat kondisi persaingan yang mereka hadapi di segmen ini.
Smartphone: Dari 20 Persen Kini Tersisa di Bawah Satu Persen
Samsung menegaskan bahwa bisnis smartphone dan komponen semikonduktor tetap beroperasi di China. Kedua segmen itu tidak terpengaruh oleh kebijakan penarikan home appliances.
Fasilitas manufaktur Samsung di China juga masih aktif. Pabrik-pabrik ini beroperasi untuk memproduksi perangkat yang ditujukan bagi pasar ekspor — bukan untuk distribusi domestik.
Namun gambaran di segmen smartphone jauh dari stabil. Pangsa pasar Samsung di pasar ponsel pintar China saat ini berada di bawah satu persen. Penurunan yang sangat dramatis jika dibandingkan dengan posisi awal tahun 2010-an, ketika Samsung sempat menguasai sekitar 20 persen pasar ponsel China.
Kembalinya Huawei sebagai pemain kompetitif menjadi salah satu faktor paling signifikan. Ditambah dominasi Xiaomi, Oppo, dan Vivo yang sudah mengakar kuat di berbagai segmen harga, Samsung semakin kesulitan menemukan celah konsumen yang relevan. Persaingan di pasar mobile China tidak menyisakan banyak ruang bagi brand asing untuk tumbuh secara bermakna.
Chip AI Melonjak 61%: Penopang yang Masih Kokoh
Gambar yang sangat berbeda terlihat di divisi semikonduktor. Lonjakan permintaan chip didorong oleh ekspansi masif teknologi kecerdasan buatan — baik di pasar global maupun di dalam China itu sendiri — membuat segmen ini tumbuh pesat di tengah tekanan yang menghantam lini konsumer Samsung.
Pendapatan dari unit semikonduktor Samsung di China tercatat melonjak hingga 61 persen pada kuartal I-2026. Angka yang signifikan. Penjualan chip yang kuat menyumbang laba operasional sebesar 57,23 triliun won dalam periode yang sama.
Selain chip, lini bisnis peralatan medis Samsung juga dilaporkan tetap berjalan normal. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Korea Times, layanan kesehatan dan perangkat medis masih menjadi fokus perusahaan di China tanpa perubahan kebijakan yang signifikan.
Samsung kini hadir di China dalam kapasitas yang berbeda: bukan sebagai penjual produk rumah tangga, melainkan sebagai pemasok komponen teknologi tinggi yang permintaannya sedang tumbuh — dan sebagai penyedia purna jual bagi pengguna lama yang sudah lebih dahulu berinvestasi pada ekosistem mereka.
FAQ
Q: Produk apa saja yang Samsung hentikan penjualannya di China?
A: Samsung menghentikan penjualan televisi, monitor, kulkas, mesin cuci, pengering pakaian, AC, vacuum cleaner, dan air purifier di China. Perusahaan juga memastikan tidak ada lagi peluncuran produk home appliances baru di pasar tersebut.
Q: Mengapa Samsung berhenti menjual peralatan rumah tangga di China?
A: Alasan utamanya adalah tekanan dari produsen lokal seperti Haier, Midea, Hisense, dan TCL yang mampu menawarkan produk berkualitas tinggi dengan harga lebih kompetitif. Faktor geopolitik yang mendorong konsumen China memilih brand domestik juga turut berperan besar.
Q: Apakah Samsung masih beroperasi di China setelah keputusan ini?
A: Ya. Samsung tetap menjalankan bisnis smartphone, komponen semikonduktor, dan peralatan medis di China. Fasilitas manufaktur Samsung juga masih aktif untuk produksi yang ditujukan bagi pasar ekspor.
Q: Berapa pangsa pasar smartphone Samsung di China saat ini?
A: Pangsa pasar Samsung di segmen smartphone China saat ini berada di bawah satu persen — turun drastis dari sekitar 20 persen yang sempat dicapai di awal tahun 2010-an.
Q: Bagaimana kinerja bisnis semikonduktor Samsung di China?
A: Sangat positif. Pendapatan semikonduktor Samsung di China melonjak 61 persen pada kuartal I-2026, dengan laba operasional mencapai 57,23 triliun won, didorong oleh lonjakan permintaan chip untuk kebutuhan teknologi AI.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






