Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

AI Claude Mythos Selesaikan Serangan 32 Langkah, Bankir Global Ketar-ketir

6 menit baca

Menteri Keuangan AS Scott Bessent memanggil para bos bank-bank besar Amerika — termasuk Goldman Sachs dan Citi — untuk membahas secara khusus risiko siber yang ditimbulkan Mythos. Pertemuan ini terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman AI ofensif terhadap infrastruktur keuangan nasional.

Di sisi lain Atlantik, regulator Inggris memasukkan isu ini ke dalam agenda Cross Market Operational Resilience Group — forum tingkat tinggi yang melibatkan pejabat senior dari empat institusi sekaligus: HM Treasury, Bank of England, Financial Conduct Authority (FCA), dan National Cyber Security Centre (NCSC).

Topik ini bahkan bergema hingga ke forum internasional bergengsi. Dalam pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC pada April lalu, Mythos menjadi salah satu topik paling krusial yang diperdebatkan para pemimpin ekonomi dunia.

Project Glasswing: 40 Perusahaan Raksasa Dapat Akses Awal Mythos

Alih-alih merilis Mythos ke publik, Anthropic menjalankan inisiatif terbatas bernama Project Glasswing. Melalui program ini, sekitar 40 perusahaan diberikan akses awal untuk menguji model tersebut sebagai bagian dari sistem pertahanan siber mereka.

Daftar pesertanya adalah deretan nama terbesar di industri teknologi dan keuangan global: Apple, Google, JP Morgan, Goldman Sachs, Amazon Web Services, Microsoft, dan Nvidia — semuanya mendapat kesempatan memeriksa kemampuan Mythos dari dalam.

Namun, tidak satu pun dari perusahaan-perusahaan tersebut memberikan pernyataan rinci tentang temuan mereka kepada publik. Keheningan ini justru memperkuat spekulasi soal seberapa serius ancaman yang berhasil diidentifikasi.

Cara Kerja Mythos: Otomatisasi Serangan Skala Besar

Dirangkum dari KompasTekno, Mythos merupakan bagian dari ekosistem AI Claude milik Anthropic dan disebut sebagai yang paling canggih yang pernah dikembangkan perusahaan tersebut.

Yang membedakan Mythos dari model AI lain bukan hanya kemampuan menemukan bug — melainkan kemampuannya untuk melakukan simulasi hingga eksekusi serangan siber secara otomatis dalam skala besar. Jika disalahgunakan, serangan bisa berlangsung lebih cepat, lebih masif, dan jauh lebih sulit dideteksi dibanding metode konvensional yang digunakan peretas manusia.

CEO Barclays CS Venkatakrishnan menyebut risiko ini cukup serius untuk segera dipahami lebih dalam, termasuk kerentanan apa saja yang mungkin terekspos. Nada serupa disampaikan Gubernur Bank of England Andrew Bailey, yang menilai perkembangan ini harus ditanggapi sangat serius karena berpotensi meningkatkan ancaman kejahatan siber secara signifikan di skala sistemik.

Lima Saham Keamanan Siber Anjlok, Kapitalisasi Hilang Rp248 Triliun

Dampak berantai Mythos tidak berhenti di ruang rapat para regulator. Begitu informasi soal kemampuan model ini beredar luas pada akhir Maret 2026, pasar saham bereaksi keras.

· · · · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *