Untuk mengatasi hal ini, satelit VLEO memerlukan sistem propulsi aktif agar tetap berada di jalurnya. Selain itu, terdapat ancaman oksigen atomik, partikel agresif di orbit rendah yang dapat mengikis material satelit dalam jangka panjang. Tantangan ini mendorong pengembangan material baru yang lebih tahan serta teknologi propulsi yang semakin efisien.
VLEO sebagai Langkah Logis Evolusi Satelit
Terlepas dari tantangannya, banyak pakar menilai VLEO sebagai langkah logis berikutnya dalam evolusi teknologi satelit. Kebutuhan akan internet global yang cepat, stabil, dan merata terus meningkat, sementara tuntutan data observasi Bumi semakin detail dan presisi.
Bagi perusahaan seperti Starlink dan pemain satelit lainnya, VLEO membuka peluang untuk menghadirkan koneksi satelit dengan kualitas mendekati jaringan fiber, sekaligus menciptakan model bisnis dan teknologi baru yang lebih efisien.
Dengan kombinasi performa tinggi dan tantangan inovatif, VLEO diprediksi akan menjadi salah satu orbit paling strategis dalam peta teknologi antariksa di masa depan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.







Respon (2)