Berita  

Meta Diprediksi Geser Google sebagai Raja Iklan Digital Global pada Akhir 2026

Emarketer proyeksikan Meta raup US$243,46 miliar iklan digital 2026, melampaui Google US$239,54 miliar. Advantage+ dan ekspansi WhatsApp jadi pendorong utama.

Emarketer proyeksikan Meta raup US$243,46 miliar iklan digital 2026
Emarketer proyeksikan Meta raup US$243,46 miliar iklan digital 2026

INFO TEKNO> Meta Platforms diproyeksikan akan melampaui Alphabet dalam perolehan pendapatan iklan digital global pada akhir 2026 — untuk pertama kalinya dalam sejarah industri periklanan daring.

Firma riset pasar Emarketer memproyeksikan pendapatan iklan global Meta akan mencapai US$243,46 miliar sepanjang 2026, melampaui Google yang diperkirakan membukukan US$239,54 miliar pada periode yang sama, sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (14/4/2026).

Angka itu bukan keunggulan tipis. Selisih hampir US$4 miliar mencerminkan pergeseran struktural dalam ekosistem periklanan digital yang selama lebih dari satu dekade didominasi mesin pencari Google.

Max Willens, analis utama di Emarketer, menegaskan makna historis dari proyeksi tersebut: “Dengan melampaui Google, Meta pada dasarnya telah memvalidasi banyak strategi intinya.”

Pendorong utama akselerasi Meta adalah paket alat iklan otomatis bernama Advantage+, yang memungkinkan pengiklan menyederhanakan pengaturan kampanye sekaligus meningkatkan imbal hasil investasi pemasaran mereka.

Baca Juga  Xiaomi Vision GT Debut di MWC 2026, Tanda Ambisi Global Raksasa Teknologi China

Emarketer mencatat tingkat pertumbuhan pendapatan iklan Meta diperkirakan melonjak menjadi 24,1% pada 2026, naik signifikan dari 22,1% yang tercatat pada 2025. Sementara itu, laju pertumbuhan Google diproyeksikan stagnan di angka 11,9% pada tahun yang sama.

Meta juga memperluas lini iklannya secara agresif. Peluncuran kemampuan iklan di WhatsApp dan Threads turut memperkuat daya saing perusahaan, bersamaan dengan Instagram Reels yang terus bersaing ketat melawan TikTok dan YouTube Shorts di segmen video pendek yang kian menjadi medan perebutan belanja iklan global.

Google sendiri masih memiliki jalur pertumbuhan alternatif, termasuk layanan berlangganan YouTube Premium. Namun bauran bisnis Alphabet yang lebih luas justru dinilai dapat mempersulit perusahaan untuk bersaing secara langsung melawan Meta dalam kategori periklanan digital murni.

Baca Juga  Harga PS5 Naik Global, Sony Sebut Konflik Iran dan Krisis Chip Jadi Pemicu

Konsolidasi pasar iklan digital terus menguat di tangan pemain-pemain besar. Emarketer memproyeksikan Google, Meta, dan Amazon secara bersama-sama akan menguasai 62,3% pangsa pasar iklan digital global sepanjang 2026.

Di sisi lain, platform-platform berukuran lebih kecil seperti Snap dan Pinterest dinilai paling rentan terhadap pemangkasan anggaran iklan dari para pengiklan, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang mendorong para pemasar berkonsentrasi pada platform dengan jangkauan terbesar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *