Android 11 Jadi Batas Minimum, Kompatibilitas Jadi Soal
Fitur gelembung ini tidak bisa berjalan di semua perangkat Android secara merata. WaBetaInfo menyebut bahwa dukungan terbaik ada pada perangkat yang menjalankan Android 11 ke atas, di mana sistem operasinya sudah memiliki mekanisme bawaan untuk menangani gelembung obrolan secara lebih stabil dan terintegrasi.
Pada versi Android yang lebih lama, penanganan gelembung notifikasi cenderung tidak konsisten. Beberapa perangkat mungkin tidak mendukungnya sama sekali, sementara yang lain bisa menampilkannya dengan perilaku berbeda-beda tergantung pada lapisan antarmuka yang digunakan pabrikan.
Artinya, ketersediaan fitur ini kemungkinan besar akan bergantung pada kombinasi versi Android, merek perangkat, dan pengaturan sistem yang aktif. Pengguna dengan perangkat lawas atau yang menjalankan Android versi lama mungkin tidak mendapatkan pengalaman penuh dari pembaruan ini.
Tahap Beta Dulu, Publik Menyusul
Kedua fitur — bilah navigasi atas yang diperbarui maupun gelembung notifikasi — masih berada di fase pengembangan aktif. WhatsApp belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi untuk satu pun dari keduanya.
Sesuai pola yang sudah berlaku selama ini, pembaruan besar biasanya menyentuh penguji beta terlebih dahulu. Kelompok ini mendapatkan akses awal untuk menguji stabilitas dan memberikan umpan balik sebelum fitur dibuka ke seluruh pengguna. Rilis publik yang lebih luas diperkirakan akan menyusul dalam beberapa bulan ke depan.
Tidak ada konfirmasi resmi dari Meta atau WhatsApp mengenai timeline spesifik. Namun mengacu pada laporan WaBetaInfo, kedua pembaruan ini tampak sudah berada pada tahap yang cukup matang untuk segera diuji secara lebih luas.
FAQ
Q: Apa itu fitur gelembung notifikasi WhatsApp?
A: Fitur gelembung notifikasi WhatsApp memungkinkan pesan muncul sebagai ikon mengambang di layar. Pengguna bisa mengetuknya untuk membuka jendela obrolan ringkas dan membalas pesan tanpa keluar dari aplikasi yang sedang aktif digunakan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






