Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Samsung Percepat Riset 6G, Targetkan Latensi Nol dan Kecepatan 50 Kali Lipat dari 5G

5 menit baca

Dengan latensi yang sangat rendah, 6G diperkirakan mampu mendukung berbagai skenario penggunaan yang saat ini masih sulit diwujudkan dengan jaringan generasi sebelumnya.

Apa Dampak 6G terhadap Teknologi Masa Depan?

Hologram 3D, AI Terintegrasi, dan Ekosistem XR

Samsung menilai bahwa jaringan 6G akan membuka peluang inovasi baru di berbagai sektor. Salah satu potensi yang disebut adalah komunikasi hologram 3D berkualitas tinggi yang tampak realistis.

Selain itu, integrasi kecerdasan buatan (AI) pada perangkat seluler diprediksi akan semakin mendalam. Dengan kapasitas data besar dan latensi rendah, AI dapat memproses serta merespons data dalam waktu hampir seketika, menciptakan pengalaman pengguna yang lebih adaptif dan personal.

Pengembangan ekosistem Extended Reality (XR) juga disebut sebagai salah satu area yang akan terdampak signifikan. XR, yang mencakup realitas virtual dan augmented reality, membutuhkan bandwidth tinggi dan latensi rendah agar pengalaman imersif berjalan mulus tanpa gangguan.

Dengan 6G, integrasi dunia fisik dan digital diharapkan menjadi lebih natural dan instan.

Kapan 6G Akan Dikomersialisasikan?

Target Awal 2030-an

Samsung menargetkan komersialisasi awal teknologi 6G dapat dimulai pada awal dekade 2030-an. Proses menuju tahap komersial mencakup riset lanjutan, standarisasi global, hingga kerja sama lintas industri.

Sebagai salah satu perusahaan teknologi besar yang aktif dalam pengembangan standar komunikasi, Samsung berupaya memperkuat posisinya dalam proses penetapan standar global 6G.

Langkah ini menunjukkan bahwa kompetisi di sektor telekomunikasi generasi berikutnya telah dimulai jauh sebelum peluncuran komersialnya.

Bagaimana Posisi Samsung dalam Persaingan 6G?

Memperkuat Peran dalam Standar Global

Dengan pencapaian uji coba terbaru, Samsung mempertegas ambisinya untuk menjadi pemain kunci dalam infrastruktur telekomunikasi masa depan. Pengembangan teknologi antena, beamforming, serta optimalisasi spektrum THz menjadi fondasi penting dalam membangun jaringan 6G yang stabil dan efisien.

Langkah ini juga memperlihatkan strategi jangka panjang perusahaan untuk tetap berada di garis depan inovasi jaringan, melanjutkan perannya yang sebelumnya aktif dalam pengembangan 5G.

Visi 6G: Menyatukan Dunia Fisik dan Digital

Konektivitas Tanpa Batas

Visi 6G yang diusung Samsung tidak hanya berfokus pada peningkatan angka kecepatan semata. Perusahaan melihat 6G sebagai infrastruktur yang menyatukan manusia, perangkat, dan lingkungan fisik dalam satu jaringan terintegrasi.

Dengan konektivitas instan dan latensi hampir nol, interaksi antara dunia fisik dan digital diproyeksikan menjadi lebih seamless. Perangkat cerdas, sistem AI, hingga pengalaman imersif dapat saling terhubung tanpa hambatan berarti.

· · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *