“Ini adalah pergeseran paling signifikan dalam sejarah Search. Kita meninggalkan era mengambil informasi dan memasuki era kecerdasan yang sesungguhnya,” ujar Chadha.
Search Live: Cari Produk Cukup dengan Kamera dan Suara
Google turut mendemonstrasikan fitur Search Live yang memungkinkan pengguna menggabungkan input kamera dan suara secara simultan untuk mencari produk — tanpa perlu mengetik teks sama sekali.
Selain untuk berbelanja dan membandingkan produk, teknologi ini juga dioptimalkan sebagai sarana pembelajaran interaktif bagi para siswa.
“Ini adalah pengubah permainan untuk kepercayaan diri siswa. Mereka bisa bertanya sebanyak yang mereka mau, kapan pun, tanpa rasa takut,” ungkap Chadha.
Google Jadi Filter Keputusan di Era Informasi Viral
Gen Z juga menjadikan Google Search sebagai alat verifikasi — menyaring tren media sosial dan memastikan nilai suatu merek sebelum mengambil keputusan pembelian. Google memposisikan diri sebagai lapisan pelindung untuk memvalidasi informasi yang beredar viral di ruang publik.
“Bagi mereka, Search adalah lapisan penyaring yang mengubah viralitas menjadi keputusan yang bisa dipercaya,” jelas Chadha.
Personal Intelligence: Hubungkan Search dengan Gmail, Drive, dan Photos
Sebagai inovasi terbaru, Google memperkenalkan fitur Personal Intelligence yang menghubungkan hasil pencarian dengan data pribadi di Gmail, Google Drive, dan Google Photos secara aman. Fitur personalisasi ini bersifat opsional dan tetap nonaktif secara bawaan — hanya aktif jika pengguna sendiri yang mengaktifkannya.
=== FAQ SCHEMA ===
Q: Berapa persen Gen Z Indonesia yang menggunakan Google Search setiap hari?
A: Sebanyak 89 persen Gen Z di Indonesia menggunakan Google Search setiap harinya, setara dengan Filipina dan melampaui Thailand yang berada di angka 82 persen, berdasarkan data internal Google.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





