China Atur Kecanduan AI, Indonesia Siapkan Perpres — Prabowo Segera Teken
INFO TEKNO> China resmi menyusun regulasi AI yang menargetkan layanan berbasis interaksi emosional manusia, sementara Indonesia bergerak paralel dengan Perpres roadmap AI nasional yang disebut akan segera diteken Presiden Prabowo Subianto. Dua kekuatan Asia ini sama-sama merespons kekhawatiran bahwa AI berkembang terlalu cepat tanpa kendali etika yang memadai.
Apa Isi Aturan Baru AI China?
Pemerintah China tengah menyusun rancangan regulasi baru yang berfokus pada aspek keselamatan dan etika dalam peluncuran teknologi AI, khususnya layanan yang berorientasi konsumen dengan karakter menyerupai manusia.
Mengacu pada laporan Reuters pada akhir 2025, aturan tersebut secara spesifik menyasar produk dan layanan AI yang mencakup pola komunikasi manusiawi, interaksi emosional, serta penggunaan teks, gambar, audio, dan video yang bersifat antropomorfis. Segmen inilah yang paling pesat tumbuh sekaligus paling rentan terhadap penyalahgunaan.
Dalam kerangka regulasi itu, perusahaan AI diwajibkan menyediakan sistem perlindungan pengguna, termasuk peringatan terhadap penggunaan berlebihan. Penyedia layanan juga wajib memiliki mekanisme tinjauan algoritma, keamanan data, serta perlindungan informasi pribadi pengguna secara komprehensif.
Perusahaan AI Wajib Deteksi dan Intervensi Kecanduan Pengguna
Salah satu elemen paling signifikan dari regulasi China adalah penanganan potensi kecanduan AI. Perusahaan diwajibkan mampu mengidentifikasi kondisi emosional pengguna sekaligus tingkat ketergantungan mereka terhadap layanan AI yang digunakan sehari-hari.
Tidak cukup hanya memantau. Intervensi aktif menjadi kewajiban hukum.
Ketika pengguna menunjukkan tanda-tanda ketergantungan berlebihan, perusahaan wajib menyediakan langkah intervensi konkret. Aturan itu sekaligus membatasi AI agar tidak menghasilkan konten yang membahayakan keamanan nasional, menyebarkan rumor, mempromosikan kekerasan, maupun pornografi — sebuah daftar pembatasan yang mencerminkan kepentingan kontrol sosial Beijing yang lebih luas.
Langkah ini memperlihatkan bahwa kekhawatiran China terhadap AI kini telah bergeser — bukan lagi semata soal persaingan teknologi, melainkan soal menjaga peran dan martabat manusia agar tidak sepenuhnya tergantikan mesin.
Perpres AI Indonesia: Kapan Prabowo Menandatanganinya?
Indonesia bergerak ke arah serupa, meski dengan pendekatan yang sedikit berbeda. Pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden terkait roadmap AI nasional yang disebut sudah hampir siap untuk ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut pemerintah hampir merampungkan Peta Jalan AI dan etika AI nasional. Kini, proses tersebut telah memasuki tahap final di Kementerian Sekretariat Negara.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah memastikan

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

