Merek HP China yang Dulu Dipandang Sebelah Mata Kini Meroket, Apple dan Samsung Mulai Terancam

HP China Honor mencatat pertumbuhan tertinggi pasar global 2025 dan mulai mengancam dominasi iPhone dan Samsung di tengah tekanan industri 2026.

HP China kini menunjukkan perubahan peta kekuatan di industri smartphone global
HP China kini menunjukkan perubahan peta kekuatan di industri smartphone global

HP China yang dulu kurang dikenal kini mencuri perhatian pasar global

Info Tekno> HP China kini menunjukkan perubahan peta kekuatan di industri smartphone global, setelah merek yang sebelumnya kurang populer mendadak mencatat pertumbuhan signifikan dan mulai mengusik dominasi Apple dan Samsung. Di tengah persaingan ketat dua raksasa teknologi tersebut, kemunculan Honor sebagai pemain dengan pertumbuhan tercepat sepanjang 2025 menjadi sinyal kuat bahwa pasar ponsel dunia sedang mengalami pergeseran struktural.

Meski Apple dan Samsung masih mempertahankan status sebagai dua produsen smartphone terbesar di dunia dari sisi pangsa pasar, data terbaru menunjukkan bahwa tekanan kompetitif semakin nyata. Tidak hanya datang dari merek China besar seperti Xiaomi atau Oppo, tetapi justru dari Honor—brand yang reputasinya sebelumnya belum sekuat para pesaingnya.

Apple dan Samsung masih memimpin, tapi celah persaingan makin terbuka

Perbedaan data riset pasar global

Sepanjang 2025, laporan dari firma riset Omdia menunjukkan bahwa Apple dan Samsung sama-sama menguasai 19% pangsa pasar pengapalan smartphone global, dengan pertumbuhan tahunan (year-on-year/YoY) masing-masing mencapai 7%. Angka tersebut menggambarkan stabilitas dua pemain lama di tengah kondisi pasar yang menantang.

Namun, laporan berbeda datang dari Counterpoint Research. Dalam data yang dirilis beberapa waktu lalu, Apple disebut berhasil merebut posisi puncak sebagai produsen smartphone nomor satu dunia dengan pangsa pasar 20% dan pertumbuhan 10% YoY, sementara Samsung berada di posisi kedua dengan 19% market share dan pertumbuhan 5% YoY.

iPhone 17 jadi motor pertumbuhan Apple

Menurut Counterpoint, performa kuat Apple sepanjang 2025 tidak lepas dari kesuksesan seri iPhone 17 yang melampaui ekspektasi pasar. Inovasi besar pada desain dan kamera dinilai mampu mendorong siklus pembaruan perangkat di kalangan konsumen global, terutama di segmen premium.

Samsung, di sisi lain, tetap mencatat pertumbuhan positif meski tidak setinggi rival utamanya. Diversifikasi produk dari kelas entry-level hingga flagship membantu Samsung menjaga volume pengiriman, namun tekanan dari merek China kian terasa.

Baca Juga  Apple Uji Kamera Bukaan Variabel untuk iPhone 18 Pro, Siap Tanding Kamera Profesional?

Honor muncul sebagai kuda hitam pasar smartphone global

HP China dengan pertumbuhan tercepat

Terlepas dari perbedaan data dua lembaga riset tersebut, laporan Omdia menyoroti satu fakta penting: Honor masuk dalam daftar 10 besar produsen HP dunia dengan pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025. Meski pangsa pasarnya masih relatif kecil, yakni 6%, Honor mencatat pertumbuhan 11% YoY, tertinggi di antara seluruh merek besar global.

Capaian ini menempatkan Honor di atas Apple, Samsung, dan bahkan sejumlah merek China yang lebih mapan. Bagi industri, lonjakan ini menjadi sinyal bahwa konsumen mulai melirik alternatif baru yang menawarkan kombinasi harga kompetitif, inovasi teknologi, dan positioning merek yang lebih agresif.

Melampaui Huawei dan Realme

Pangsa pasar Honor bahkan melampaui Huawei yang hanya mencatat 4% market share dengan pertumbuhan 2% YoY. Lenovo berada di angka 5% dengan pertumbuhan 6% YoY, sementara Realme justru mengalami penurunan tajam dengan pangsa pasar 3% dan pertumbuhan minus 13% YoY.

Sementara itu, Xiaomi yang berada di posisi ketiga global dengan 13% pangsa pasar, justru mencatat pertumbuhan negatif -2% YoY, menandakan tekanan besar di segmen menengah dan entry-level.

Persaingan merek China makin ketat

vivo, Oppo, dan Transsion hadapi tantangan

Di bawah Xiaomi, terdapat vivo, Oppo, dan Transsion Group (Infinix, Itel, Tecno) yang masing-masing menguasai 8% market share global. Namun, performa ketiganya berbeda-beda.

  • vivo masih mencatat pertumbuhan positif 4% YoY
  • Oppo mengalami penurunan -3% YoY
  • Transsion mengalami tekanan paling besar dengan pertumbuhan -8% YoY

Data ini menunjukkan bahwa tidak semua HP China berada dalam kondisi yang sama. Hanya merek dengan diferensiasi kuat dan strategi pasar yang tepat yang mampu bertahan dan tumbuh di tengah ketatnya kompetisi.

Baca Juga  Aperture Variabel iPhone 18 Pro: Sunny Optical dan LG Innotek Sudah Mulai Produksi

2026 diprediksi menjadi tahun berat bagi industri smartphone

Krisis rantai pasok jadi ancaman utama

Para analis Omdia memperkirakan 2026 akan menjadi tahun penuh tekanan bagi industri HP global. Faktor utama datang dari krisis rantai pasok komponen penting seperti DRAM, NAND, dan semikonduktor. Kelangkaan yang mulai terasa sejak akhir 2025 diperkirakan berlanjut hingga sepanjang 2026.

Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga jual perangkat elektronik secara luas, termasuk smartphone di semua segmen.

Segmen murah paling terdampak

Associate Market Analyst Devices Research IDC Indonesia, Vanessa Aurelia, menyebut bahwa kenaikan harga produk elektronik sudah mulai terlihat sejak awal 2026. Menurutnya, segmen smartphone murah akan menjadi yang paling terdampak karena margin keuntungan vendor di kelas ini sangat tipis.

“Karena itu, kenaikan harga akan lebih terlihat di segmen ini,” ujar Vanessa kepada CNBC Indonesia.

Vendor di segmen menengah dan premium masih memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian spesifikasi atau strategi bundling, meski sebagian kenaikan biaya tetap akan diteruskan ke konsumen.

Konsumen diminta bersiap hadapi harga HP yang lebih mahal

Penyesuaian harga mulai dilakukan vendor

Vanessa memperkirakan dampak kenaikan harga akan langsung dirasakan konsumen ketika penyesuaian resmi diberlakukan. Artinya, calon pembeli perlu menyiapkan anggaran lebih besar untuk mendapatkan perangkat dengan spesifikasi yang sama dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski ada harapan kondisi membaik pada semester II 2026, harga diperkirakan tetap berada di level tinggi hingga awal 2027.

Vendor mulai buka suara soal kenaikan harga

vivo Indonesia akui ada penyesuaian

PR Manager vivo Indonesia, Alexa Tiara, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan penyesuaian harga pada beberapa produk. Langkah ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk biaya komponen.

“Beberapa produk vivo akan ada penyesuaian harga yang merupakan hasil dari pertimbangan menyeluruh terhadap berbagai faktor,” ujarnya.

Kebijakan ini tidak diterapkan secara merata dan disesuaikan dengan struktur biaya serta segmentasi masing-masing seri.

Baca Juga  Menu SVC dan ADC TV Samsung: 5 Fitur Tersembunyi yang Belum Kamu Tahu

Asus juga lakukan langkah serupa

Langkah penyesuaian harga juga dilakukan ASUS Indonesia mulai kuartal I-2026. Head of PR and Digital Marketing ASUS Indonesia, Brama Setyadi, menyatakan bahwa dinamika rantai pasok global menjadi alasan utama.

“Penyesuaian harga dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan serta kualitas produk,” jelasnya.

Berbeda dengan vivo, penyesuaian harga ASUS dilakukan secara merata di seluruh segmen laptop, sehingga dampaknya dirasakan secara menyeluruh.

Kesimpulan: peta kekuatan HP global sedang berubah

Kemunculan Honor sebagai HP China dengan pertumbuhan tercepat menunjukkan bahwa dominasi Apple dan Samsung tidak lagi sepenuhnya aman. Meski kedua raksasa tersebut masih memimpin pasar, tekanan dari pemain baru yang agresif dan adaptif semakin nyata.

Di sisi lain, tantangan industri pada 2026—mulai dari krisis komponen hingga kenaikan harga—akan menjadi ujian berat bagi seluruh vendor dan konsumen. Dalam kondisi ini, merek yang mampu menjaga keseimbangan antara inovasi, efisiensi biaya, dan strategi pasar berpeluang menjadi pemenang baru dalam persaingan smartphone global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *