Program IndiaAI Mission yang didukung pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan model ini.
Pada Mei 2025, Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India (MeitY) memberikan akses kepada Sarvam AI terhadap 4.086 chip Nvidia H100, salah satu GPU AI paling kuat yang tersedia saat ini.
Menurut Chatterjee, eksekutif Sarvam AI sendiri mengakui bahwa pengembangan model tersebut kemungkinan tidak akan bisa dilakukan setahun sebelumnya karena keterbatasan infrastruktur komputasi.
Pengujian Model AI Sarvam oleh CNA
Aspek yang Diuji
Media teknologi CNA menguji model AI Sarvam dengan membandingkannya dengan beberapa model AI terkemuka dunia. Pengujian dilakukan dalam beberapa kategori utama, termasuk:
- Penalaran logis
- Kefasihan bahasa
- Akurasi informasi
- Pemahaman konteks budaya
- Kreativitas
- Keamanan sistem (safety guardrails)
Secara keseluruhan, model AI Sarvam dinilai cukup kompetitif dibandingkan model global.
Keunggulan dalam Bahasa Indic
Model Sarvam menunjukkan performa yang lebih baik dalam tugas yang berkaitan dengan konteks India, terutama dalam penggunaan bahasa lokal.
Model tersebut mampu berkomunikasi dalam 22 bahasa Indic, termasuk:
- Hindi
- Tamil
- Marathi
- Gujarati
- Bengali
- Urdu
Sebagai perbandingan:
- ChatGPT mendukung sekitar 12 bahasa Indic
- DeepSeek R1 mendukung sekitar 11 bahasa
- Gemini mendukung sekitar 9 bahasa
Keunggulan ini kemungkinan berasal dari dataset pelatihan yang berfokus pada bahasa dan konteks budaya India.
Tantangan Transparansi dan Keamanan Model
Kurangnya Model Card dan Dokumentasi
Meskipun performa model dinilai cukup kompetitif, beberapa pakar menyampaikan kekhawatiran terkait transparansi teknis.
Hingga saat ini Sarvam AI belum merilis model weights, white paper teknis, maupun model card yang menjelaskan data pelatihan, desain arsitektur, serta kebijakan keamanan model.
Menurut Amit Verma, Head of Engineering di Neuron7.ai, kurangnya transparansi tersebut dapat menimbulkan keraguan bagi perusahaan yang ingin mengadopsi teknologi ini.
Model card sendiri merupakan dokumen penting yang menjelaskan tujuan penggunaan model, performa, serta pertimbangan keamanan.
Uji Keamanan dan Potensi Masalah Privasi
Pengujian Jailbreak
Dalam pengujian keamanan yang dilakukan oleh tim Verma, model Sarvam diketahui gagal dalam lima uji jailbreak.
Uji jailbreak merupakan metode untuk mengevaluasi apakah model AI dapat dipaksa menghasilkan respons yang melanggar aturan keamanan.
Dalam salah satu pengujian, model Sarvam menolak permintaan langsung untuk memberikan alamat rumah CEO Google Sundar Pichai.
Namun ketika pertanyaan diubah menjadi menghitung jarak antara rumah Pichai dan kantor pusat Google, model tersebut diduga memberikan lokasi spesifik.
Menurut Verma, kondisi tersebut dapat menimbulkan dua kemungkinan masalah, yaitu:
- Halusinasi AI yang menghasilkan informasi salah
- Potensi pelanggaran privasi jika data tersebut benar

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

