Menurutnya, model AI berbasis LLM tidak hanya menggunakan data dari media sosial, tetapi juga dapat mengakses berbagai sumber data publik lainnya.
Beberapa contoh sumber data yang berpotensi digunakan antara lain:
- catatan rumah sakit
- data penerimaan pasien
- laporan statistik publik
Jika berbagai sumber data tersebut dikombinasikan, AI berpotensi membangun profil digital seseorang secara lebih detail.
Marc Juarez menilai perkembangan ini menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam membagikan informasi di internet.
Tidak Semua Pakar Sepakat AI Selalu Berbahaya
Meski ada kekhawatiran, tidak semua peneliti melihat perkembangan teknologi AI ini sebagai ancaman besar.
AI Masih Memiliki Keterbatasan
Profesor dari University of California, Berkeley, Marti Hearst, menyatakan bahwa model AI tidak selalu mampu mengidentifikasi seseorang secara akurat.
Menurutnya, teknologi AI sering kali membutuhkan data yang sangat spesifik untuk dapat menarik kesimpulan yang tepat.
Jika informasi yang tersedia terlalu sedikit atau terlalu umum, sistem AI akan kesulitan mempersempit kemungkinan identitas seseorang.
Dalam banyak kasus, jumlah kemungkinan kecocokan justru terlalu besar sehingga sulit menentukan identitas yang benar.
Identifikasi Biasanya Terjadi Karena Informasi yang Sama
Hearst juga menjelaskan bahwa koneksi antarplatform biasanya hanya terjadi ketika pengguna membagikan informasi yang sama di beberapa akun berbeda.
Sebagai contoh, jika seseorang menggunakan:
- nama pengguna yang mirip
- foto yang sama
- informasi profil serupa
maka AI akan lebih mudah menghubungkan kedua akun tersebut.
Sebaliknya, jika pengguna benar-benar menjaga anonimitas dengan tidak membagikan informasi yang dapat diidentifikasi, proses pelacakan menjadi jauh lebih sulit.
Pentingnya Kesadaran Privasi di Era AI
Perkembangan teknologi AI yang semakin canggih menunjukkan bahwa konsep anonimitas di internet semakin kompleks.
Pengguna media sosial kini perlu lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi di ruang digital.
Beberapa langkah yang sering disarankan oleh pakar keamanan digital antara lain:
- membatasi informasi pribadi di media sosial
- menggunakan identitas yang berbeda di berbagai platform
- menghindari penggunaan foto atau data yang mudah dikenali
Kesadaran terhadap privasi digital menjadi semakin penting karena teknologi AI dapat menggabungkan berbagai potongan informasi kecil menjadi profil yang lebih lengkap.
Anonimitas di Internet Menghadapi Tantangan Baru
Kemampuan AI untuk mengungkap identitas second account menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga tantangan baru dalam hal privasi dan keamanan digital.
Penelitian mengenai kemampuan AI dalam menganalisis identitas digital menjadi pengingat bahwa data yang tersebar di internet dapat digunakan untuk berbagai tujuan, baik positif maupun negatif.
Seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan dalam analisis data, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengelola identitas digital mereka.
Dengan meningkatnya kesadaran privasi serta pemahaman terhadap risiko teknologi, pengguna internet dapat lebih siap menghadapi perubahan di era kecerdasan buatan yang berkembang sangat cepat.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

