Berita  

3,5 Triliun Kombinasi Gagal, Claude AI Pecahkan Enkripsi Dompet BTC 11 Tahun

Claude AI pulihkan 5 BTC Rp 6,4 miliar milik @cprkrn yang terkunci 11 tahun, setelah temukan bug konfigurasi dompet yang gagalkan 3,5 triliun upaya brute-force.

Claude AI pulihkan 5 BTC Rp 6,4 miliar milik @cprkrn yang terkunci 11 tahun
Claude AI pulihkan 5 BTC Rp 6,4 miliar milik @cprkrn yang terkunci 11 tahun

Dompet Lupa Password 11 Tahun, Claude AI Bongkar Bug dan Pulihkan 5 BTC

INFO TEKNO> Pengguna Bitcoin berhasil memulihkan 5 BTC senilai Rp 6,4 miliar setelah Claude AI mengidentifikasi bug kritis dalam konfigurasi dompet yang terkunci selama 11 tahun. Aset tersebut tidak tersentuh sejak April 2015—sampai minggu ini.

Awal Masalah: Kata Sandi yang Berubah di Malam yang Salah

Kisah ini dibagikan secara terbuka oleh pengguna platform X bernama @cprkrn. Ia mengungkapkan bahwa dirinya mengunci dirinya sendiri dari dompet kripto lebih dari satu dekade lalu akibat satu keputusan buruk: mengubah kata sandi dompet saat sedang dalam kondisi mabuk, lalu melupakannya begitu saja keesokan pagi.

Lima Bitcoin yang ia beli pada 2015—saat harga BTC masih berkisar di angka USD 250 per koin—terjebak di dalam dompet Blockchain.com tanpa jalan keluar yang jelas. Nilai investasi awal yang sangat kecil itu kini bertransformasi menjadi aset digital senilai USD 400.000.

Beberapa minggu lalu, secercah harapan muncul saat ia menemukan catatan mnemonic (frasa pemulihan) lama dari masa kuliahnya. Mnemonic adalah rangkaian kata acak yang berfungsi sebagai kunci cadangan untuk meregenerasi akses dompet kripto. Sayangnya, frasa tersebut ternyata terhubung ke konfigurasi kata sandi yang lama—bukan yang diubah di malam naas itu.

Brute-Force 3,5 Triliun Kombinasi, Nihil Hasil

Sebelum beralih ke kecerdasan buatan, @cprkrn telah menempuh jalur teknis konvensional menggunakan btcrecover—alat pemulihan dompet kripto sumber terbuka yang dirancang khusus untuk skenario lupa kata sandi.

Claude merangkum bahwa upaya brute-force tersebut telah menguji hingga 3,5 triliun kombinasi kata sandi. Tidak satu pun berhasil membuka kunci dompet.

Brute-force dalam konteks pemulihan dompet kripto bekerja dengan cara menghasilkan dan menguji ribuan hingga miliaran variasi kata sandi secara otomatis, berdasarkan pola dan frasa yang diingat pengguna. Kegagalan total di angka 3,5 triliun mengindikasikan bahwa masalahnya bukan sekadar kata sandi yang terlupakan—ada anomali lebih dalam di level konfigurasi dompet itu sendiri.

Baca Juga  Apple Akhiri Produksi Mac Pro Setelah Dua Dekade, Era Desktop Profesional Resmi Berakhir

Claude AI Masuk: Analisis Data dari Laptop Kuliah

Dalam kondisi tanpa jalan keluar, @cprkrn beralih ke Claude AI buatan Anthropic. Ia memasukkan seluruh data dari komputer lamanya semasa kuliah ke dalam sistem AI tersebut untuk dianalisis secara menyeluruh.

Hasilnya mengejutkan. Claude berhasil menemukan sebuah file dompet lama bertanggal Desember 2019 yang selama ini luput dari perhatian—kepingan puzzle yang selama bertahun-tahun hilang tanpa jejak.

File tersebut mengandung kunci privat (private key) yang dibutuhkan untuk mengakses dompet di Blockchain.com. Di dalamnya tersimpan 5 BTC utuh yang tidak pernah dipindahkan sejak April 2015.

Bug Konfigurasi Kata Sandi: Kunci Pemulihan yang Sebenarnya

Titik terang sesungguhnya bukan sekadar menemukan file lama. Claude mengidentifikasi sesuatu yang jauh lebih kritis: sebuah bug dalam konfigurasi kata sandi dompet yang menyebabkan kunci utama (master key) dan kandidat kata sandi tidak tergabung dengan benar selama proses enkripsi berlangsung.

Inilah alasan mengapa 3,5 triliun kombinasi brute-force tidak pernah menemukan jawabannya. Kombinasi yang “benar” secara teknis tidak pernah terbentuk karena logika pembentukan kunci itu sendiri yang cacat sejak awal. Tidak ada alat brute-force konvensional yang bisa menjangkau kunci yang strukturnya tidak pernah terbentuk dengan benar.

Setelah Claude memperbaiki kesalahan dalam kode tersebut, dompet yang telah terkunci lebih dari satu dekade itu akhirnya berhasil didekripsi dan diakses kembali.

Respons @cprkrn dan Ucapan Terima Kasih ke Anthropic

Keberhasilan ini disambut dengan ekspresi emosional di platform X. @cprkrn secara khusus mengungkapkan terima kasihnya kepada Anthropic dan CEO-nya, Dario Amodei, atas teknologi yang mengubah nasibnya secara harfiah. Ia bahkan berkelakar di media sosial bahwa ia akan menamai anaknya dengan nama pemimpin Anthropic tersebut.

Baca Juga  Pekerjaan yang Berpotensi Digantikan AI di Indonesia, Pandangan Ekonom

Momen ini menjadi contoh langka bagaimana kecerdasan buatan digunakan bukan hanya untuk produktivitas atau pembuatan konten, melainkan untuk memecahkan masalah teknis kripto bernilai miliaran rupiah yang bahkan alat-alat spesialis pun tidak mampu menuntaskannya.

Ironi Kekayaan Kripto Awal: Bitcoin yang Terperangkap

Kisah @cprkrn bukan kasus tunggal. Di masa-masa awal kehadiran Bitcoin, banyak kepemilikan besar yang terperangkap secara permanen karena kerentanan manusiawi yang sangat sederhana: lupa kata sandi, hard drive rusak, atau catatan pemulihan yang terbuang.

Kasus paling terkenal adalah milik James Howells, pria asal Inggris yang secara tidak sengaja membuang hard drive berisi 8.000 BTC ke tempat pembuangan akhir berisi 1,4 juta ton sampah. Dengan nilai Bitcoin saat ini, aset tersebut bernilai sekitar USD 647 juta. Howells masih terus berjuang meminta izin pemerintah setempat untuk menggali kembali lokasi tersebut hingga hari ini—tanpa hasil.

Dibandingkan tragedi Howells, 5 BTC milik @cprkrn memang lebih kecil secara nominal. Namun dari sudut pandang pemulihan aset kripto, kisahnya justru menjadi salah satu yang langka berakhir dengan kemenangan—dan kemenangan itu datang dari baris kode AI yang menemukan bug yang selama 11 tahun tidak terdeteksi oleh manusia maupun mesin brute-force sekalipun.

FAQ

Q: Bagaimana Claude AI membantu memulihkan dompet Bitcoin yang terkunci 11 tahun?
A: Claude AI menganalisis data dari komputer lama pengguna, menemukan file dompet bertanggal Desember 2019, lalu mengidentifikasi bug konfigurasi yang menyebabkan master key dan kandidat kata sandi tidak tergabung dengan benar. Setelah memperbaiki kode tersebut, dompet berhasil didekripsi.

Q: Mengapa btcrecover gagal membuka dompet Bitcoin @cprkrn meski menguji 3,5 triliun kombinasi?
A: Kegagalan terjadi bukan karena kurangnya variasi kombinasi, melainkan karena bug dalam logika enkripsi dompet membuat kunci yang benar tidak pernah terbentuk secara struktural. Alat brute-force konvensional tidak dapat menjangkau kunci yang proses pembentukannya sendiri sudah cacat sejak awal.

Baca Juga  ASUS Dukung Produksi Film Futuristik “Pelangi di Mars” dengan Teknologi XR dan Komputasi Tinggi

Q: Berapa nilai 5 BTC yang dipulihkan @cprkrn dan kapan Bitcoin itu dibeli?
A: Lima BTC tersebut bernilai sekitar USD 400.000 atau setara Rp 6,4 miliar. Bitcoin ini dibeli pada 2015 saat harga BTC masih sekitar USD 250 per koin dan tidak pernah dipindahkan sejak April 2015 hingga berhasil diakses kembali minggu ini.

Q: Apa itu mnemonic phrase dalam konteks dompet kripto?
A: Mnemonic phrase atau frasa pemulihan adalah rangkaian kata acak (biasanya 12 atau 24 kata) yang berfungsi sebagai kunci cadangan untuk meregenerasi akses ke dompet kripto. Dalam kasus @cprkrn, mnemonic yang ditemukan ternyata hanya cocok dengan konfigurasi kata sandi lama, bukan yang diperbarui.

Q: Siapa James Howells dan apa perbedaannya dengan kasus @cprkrn?
A: James Howells adalah pria asal Inggris yang kehilangan 8.000 BTC (senilai sekitar USD 647 juta) setelah hard drive-nya tidak sengaja dibuang ke tempat pembuangan akhir. Berbeda dengan @cprkrn yang akhirnya berhasil memulihkan asetnya lewat Claude AI, Howells hingga kini belum berhasil mendapatkan izin untuk menggali kembali lokasi pembuangan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *