Harga Sewa GPU Nvidia H100 Melonjak 40% sejak Oktober 2025, Pasokan Habis Terjual
INFO TEKNO> Biaya sewa GPU Nvidia H100 melonjak hampir 40% dalam lima bulan terakhir, membalikkan ekspektasi penurunan harga yang selama ini dipegang pelaku industri cloud dan menandakan bahwa permintaan komputasi AI belum menunjukkan tanda-tanda pelambatan.
Indeks baru yang diterbitkan Selasa ini oleh firma riset semikonduktor SemiAnalysis mencatat kenaikan harga kontrak sewa satu tahun untuk H100 dari titik terendah $1,70 per jam per GPU pada Oktober 2025 menjadi $2,35 per jam pada Maret 2026. Seluruh kapasitas sewa GPU on-demand di semua kelas chip kini sudah habis terserap pasar, dengan pemegang kapasitas menolak melepas instance meskipun harga terus naik.
Pasar Berbalik 180 Derajat
Enam bulan lalu, konsensus di ekosistem cloud computing cukup jelas: tarif sewa H100 akan terus turun seiring hadirnya chip generasi Blackwell yang lebih anyar. Realita berkata lain.
SemiAnalysis menyusun indeksnya dari data survei langsung terhadap lebih dari 100 penyedia cloud, pembeli komputasi, dan penjual. Firma tersebut menggambarkan kondisi perburuan GPU di awal 2026 seperti “mencoba memesan tiket pesawat untuk penerbangan terakhir.”
Perilaku pasar juga bergeser. Sejumlah penyewa mulai memecah kluster GPU mereka dan menyewakan kembali kapasitas yang tidak terpakai. Yang lain memilih memperpanjang kontrak H100 yang ditandatangani dua hingga tiga tahun lalu — beberapa di antaranya kini diperpanjang hingga 2028.
Waktu tunggu untuk deployment Blackwell baru telah memanjang hingga Juni dan Juli, dengan seluruh kapasitas yang diproyeksikan tersedia hingga Agustus–September 2026 sudah dipesan penuh.
Tiga Faktor Pemicu Lonjakan
Ledakan Beban Kerja AI Agentic
Pertumbuhan pesat aplikasi AI agent — perangkat lunak yang mengeksekusi tugas multi-tahap secara otonom — menjadi salah satu pemicu utama. Konsumsi token melonjak drastis dalam hitungan minggu.
OpenRouter, platform yang menghubungkan developer dengan model AI, mencatat penanganan 13 triliun token dalam satu minggu di awal Februari — kira-kira dua kali lipat volume dari awal Januari. SemiAnalysis secara khusus menunjuk alat coding agentic seperti Claude Code dari Anthropic sebagai titik balik kunci, dengan mencatat bahwa perusahaan mereka sendiri kini mengonsumsi miliaran token per minggu.
Kenaikan Harga Komponen Memori
Harga DRAM dan NAND mengalami lonjakan yang digambarkan SemiAnalysis sebagai “sangat parabolis” di kuartal pertama 2026. Kenaikan ini mendorong produsen server untuk menetapkan ulang harga perangkat keras AI pada level yang melampaui kenaikan biaya komponen yang mendasarinya.
Dampak berantainya langsung terasa. Penerapan infrastruktur baru tertunda, pasokan sewa yang tersedia semakin menipis.
Kontrak Lama yang Mengikat Pasokan
Kesepakatan yang ditandatangani beberapa tahun lalu kini menjadi penghalang pasokan. Penyewa dengan kontrak harga lama enggan melepaskan kapasitas — bahkan ketika harga pasar spot jauh lebih menggiurkan. Kondisi ini menciptakan efek sumbat yang memperparah ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan.
Proyeksi Nvidia dan Implikasi Pasar
Pemulihan harga sewa ini datang di tengah proyeksi ambisius dari Nvidia sendiri. Pada GTC 2026 bulan Maret, CEO Jensen Huang memproyeksikan total pesanan senilai $1 triliun untuk arsitektur chip Blackwell dan generasi berikutnya Vera Rubin hingga 2027 — naik dari $500 miliar tahun sebelumnya.
Bertahannya permintaan untuk H100 yang lebih lama memperkuat argumentasi bahwa sistem yang lebih baru dan lebih canggih akan mendapatkan premi substansial di pasar.
SemiAnalysis menyimpulkan bahwa harga sewa GPU “lebih mungkin terus naik daripada turun.” Dinamika ini bersifat self-reinforcing: ketika penyedia melihat pasokan mengencang, mereka bergerak lebih agresif mengamankan hardware sebelum kenaikan harga berikutnya — yang pada gilirannya justru semakin mengencangkan pasokan itu sendiri.
Pasar Saham Belum Bereaksi
Menariknya, sentimen pasar publik belum sepenuhnya mencerminkan perbaikan lingkungan harga ini. Saham penyedia GPU cloud seperti CoreWeave dan Nebius masih diperdagangkan mendekati ujung bawah dari rentang terakhir mereka, meski kondisi harga sewa membaik signifikan.
Disclaimer: Artikel ini disusun semata untuk tujuan informasi dan pelaporan jurnalistik. Informasi harga, proyeksi pendapatan, dan data pasar yang disajikan bersumber dari laporan SemiAnalysis dan pernyataan publik perusahaan terkait. Konten ini bukan merupakan saran investasi, rekomendasi pembelian atau penjualan saham, atau panduan keuangan dalam bentuk apapun. Konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






