Prosesor 7 GHz Intel dan Obsesi Kecepatan di Awal 2000-an
Info Tekno > Prosesor 7 GHz Intel pernah menjadi simbol ambisi terbesar Intel dalam sejarah pengembangan CPU desktop. Pada awal dekade 2000-an, industri semikonduktor berada dalam fase yang dikenal sebagai GHz race, sebuah era ketika kecepatan clock prosesor menjadi tolok ukur utama performa sekaligus senjata pemasaran paling efektif bagi produsen perangkat keras.
Saat itu, semakin tinggi angka GHz yang tercetak di kemasan prosesor, semakin besar pula daya tariknya di mata konsumen. Intel, sebagai pemimpin pasar, tidak ingin tertinggal dalam perlombaan ini. Perusahaan pun mendorong arsitektur NetBurst—yang digunakan pada lini Pentium 4—hingga ke batas ekstrem yang belum pernah dicapai sebelumnya.
Pendekatan tersebut bertolak belakang dengan strategi efisiensi yang banyak diadopsi saat ini. Fokus utama Intel kala itu bukanlah konsumsi daya atau suhu, melainkan bagaimana menghadirkan lonjakan frekuensi setinggi mungkin untuk mendominasi persepsi performa di pasar global.
Arsitektur NetBurst dan Lahirnya Proyek Tejas
Desain Agresif untuk Menembus Batas Teknologi
Untuk mewujudkan target ambisius tersebut, Intel merancang prosesor generasi baru dengan nama kode Tejas. Chip ini diposisikan sebagai penerus Pentium 4 dan dirancang sepenuhnya berbasis arsitektur NetBurst yang terkenal dengan pipeline panjang demi mengejar frekuensi tinggi.
Di segmen server, Intel juga menyiapkan varian bernama Jayhawk, yang direncanakan menjadi penerus lini Xeon. Kedua proyek ini diharapkan menjadi tulang punggung Intel dalam mempertahankan dominasi di pasar desktop dan server kelas atas.








Respon (1)