Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

17,5 Juta Akun Instagram Diduga Bocor, Pengguna Terima Reset Massal

4 menit baca

Dengan memiliki kombinasi alamat email, nomor telepon, dan username, peretas dapat mengirimkan pesan palsu yang tampak sah dari Instagram. Modus ini sering disebut sebagai credential phishing, di mana korban diarahkan untuk memasukkan kata sandi ke situs palsu yang mirip dengan domain resmi Instagram.

“Masalah utama bukan hanya kebocoran datanya, tapi efek domino yang bisa menyusul — mulai dari spam, serangan penipuan daring, hingga pengambilalihan akun bisnis,” tulis Malwarebytes dalam laporannya.

Belum Ada Tanggapan Resmi dari Meta

Tim redaksi telah berupaya meminta klarifikasi dari Meta Platforms Inc., induk perusahaan Instagram, mengenai dugaan kebocoran data tersebut. Namun hingga berita ini dipublikasikan, Meta belum memberikan pernyataan resmi.

Sebelumnya, Meta sempat menghadapi gugatan terkait insiden API leak tahun 2024, di mana data profil publik pengguna dapat diambil oleh pihak ketiga tanpa izin. Kala itu, perusahaan berjanji telah memperkuat sistem keamanan dan memperketat batas akses API untuk mencegah kejadian serupa.

Jika kebocoran kali ini benar terkait dengan data lama yang belum sepenuhnya dihapus dari peredaran, maka langkah pengetatan API mungkin belum cukup untuk mencegah penyalahgunaan lanjutan.

Pakar Keamanan: Ganti Password Langsung di Aplikasi

Menanggapi insiden ini, Ardi Sutedja, Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), memberikan imbauan kepada pengguna agar lebih berhati-hati dalam menangani notifikasi penggantian kata sandi.

Menurutnya, jika pengguna menerima peringatan semacam itu, langkah terbaik adalah mengganti password langsung melalui aplikasi Instagram yang terpasang di perangkat resmi, bukan melalui tautan di email.

“Jangan pernah mengklik tautan yang dikirim lewat email atau pesan langsung (DM), meskipun pengirimnya terlihat seperti akun resmi Instagram. Penjahat siber kini semakin lihai memalsukan alamat pengirim,” ujar Ardi.

Ia juga menambahkan bahwa pengguna sebaiknya mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk menambah lapisan keamanan akun. Langkah ini akan membuat akun tetap aman meskipun data login sudah bocor.

Tips Keamanan untuk Pengguna Instagram

Sebagai langkah pencegahan tambahan, berikut beberapa tips yang disarankan oleh pakar keamanan siber:

  • Ganti password secara berkala dengan kombinasi huruf, angka, dan simbol.
  • Aktifkan fitur Two-Factor Authentication (2FA).
  • Jangan gunakan password yang sama untuk beberapa platform.
  • Periksa aktivitas login di menu keamanan Instagram untuk memastikan tidak ada akses mencurigakan.
  • Laporkan email atau pesan mencurigakan ke phish@instagram.com.

Kesimpulan: Kewaspadaan Digital Jadi Kunci

Insiden dugaan kebocoran 17,5 juta akun Instagram menjadi pengingat penting bahwa keamanan digital bukan hanya tanggung jawab platform, tetapi juga penggunanya.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari Meta, sinyal bahaya sudah cukup jelas: data pribadi masih menjadi komoditas berharga di dunia maya. Dengan menjaga kewaspadaan, memperbarui kata sandi, dan menghindari tautan mencurigakan, pengguna dapat meminimalkan risiko meski badai kebocoran data belum sepenuhnya reda.

Sumber: https://infotekno.net/17-5-juta-akun-instagram-bocor-massal-ini-penjelasan-dan-solusinya/

· · · · · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *