Berita  

Warren Buffett Sebut AI Bisa Lebih Berbahaya dari Nuklir, “Jin Sudah Keluar dari Botolnya”

Warren Buffett memperingatkan bahaya AI yang dinilai bisa melampaui risiko nuklir. Investor legendaris itu menyebut perkembangan Artificial Intelligence seperti “jin keluar dari botolnya” dan sulit dikendalikan.

Warren Buffett Peringatkan Bahaya AI yang Dinilai Setara bahkan Melampaui Nuklir
Warren Buffett Peringatkan Bahaya AI yang Dinilai Setara bahkan Melampaui Nuklir

Kondisi ini, menurutnya, membuat AI memiliki potensi besar untuk membawa manfaat, tetapi juga kerusakan yang sulit diprediksi.

Mengapa Buffett Menilai AI Berpotensi Lebih Berbahaya?

Skala Dampak Global dan Kecepatan Perkembangan

Buffett menilai AI memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan teknologi sebelumnya. Jika senjata nuklir memerlukan infrastruktur fisik besar dan kontrol negara, AI dapat dikembangkan, dimodifikasi, dan disebarkan secara digital dengan biaya relatif lebih rendah.

Teknologi ini dapat digunakan dalam sistem keuangan, keamanan siber, militer, hingga manipulasi informasi publik. Risiko serangan siber berbasis AI, misalnya, berpotensi melumpuhkan infrastruktur penting tanpa perlu kekuatan militer konvensional.

Risiko Penyalahgunaan oleh Pihak Tidak Bertanggung Jawab

Dalam pernyataannya, Buffett juga menyinggung bahaya ketika teknologi kuat berada di tangan pihak yang salah.

Baca Juga  Ambisi Baru Elon Musk: Ponsel Terhubung Starlink Disebut Sedang Disiapkan

“Sekarang kita punya beberapa orang yang sangat menakutkan jika mereka hanya memiliki pistol mainan, apalagi senjata nuklir,” katanya, menggambarkan kekhawatiran terhadap individu atau kelompok ekstrem yang mengakses teknologi berbahaya.

Analogi tersebut menegaskan bahwa AI, seperti nuklir, dapat menjadi ancaman jika tidak disertai pengawasan ketat dan kerja sama internasional.

Bagaimana Sikap Buffett terhadap Senjata Nuklir dan Filantropi?

Siap Menggunakan Kekayaan untuk Mengurangi Ancaman Nuklir

Buffett mengaku bahwa ancaman nuklir menjadi salah satu isu pertama yang terlintas ketika ia memikirkan penggunaan kekayaannya untuk kegiatan filantropi. Ia menegaskan tidak akan ragu mengeluarkan seluruh sumber dayanya jika dapat mengurangi risiko senjata nuklir secara global.

Baca Juga  CEO Unitree Robotics: AI Robotika Berpotensi Lampaui Era Internet Seluler

“Jika saya bisa melihat keluar dengan apa pun yang saya miliki dan saya bisa memilih tiga negara yang akan sepenuhnya keluar dari permainan nuklir, saya akan melakukannya dalam lima detik,” tegasnya.

Pernyataan ini menunjukkan konsistensi sikap Buffett yang sejak lama mengkhawatirkan ancaman global, baik nuklir maupun teknologi baru seperti AI.

Pernyataan Sebelumnya dalam Laporan Tahunan 2015

Kekhawatiran terhadap ancaman global sebenarnya bukan hal baru bagi Buffett. Dalam laporan tahunan Berkshire Hathaway tahun 2015, ia menyebut ancaman siber, biologis, nuklir, dan kimia sebagai risiko nyata bagi Amerika Serikat.

Ancaman tersebut, menurutnya, berada di luar kendali manajemen perusahaan, namun berdampak sistemik terhadap stabilitas ekonomi dan bisnis.

Baca Juga  Nvidia Gandeng Groq, Rekrut CEO dan Lisensi Chip AI

Apa Dampak Pernyataan Ini bagi Industri AI dan Pasar Keuangan?

Revolusi AI dan Respons Investor Global

Selama beberapa tahun terakhir, revolusi AI telah mendominasi pasar keuangan global. Perusahaan teknologi yang mengembangkan kecerdasan buatan mengalami lonjakan valuasi signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *