Kondisi ini, menurutnya, membuat AI memiliki potensi besar untuk membawa manfaat, tetapi juga kerusakan yang sulit diprediksi.
Mengapa Buffett Menilai AI Berpotensi Lebih Berbahaya?
Skala Dampak Global dan Kecepatan Perkembangan
Buffett menilai AI memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan teknologi sebelumnya. Jika senjata nuklir memerlukan infrastruktur fisik besar dan kontrol negara, AI dapat dikembangkan, dimodifikasi, dan disebarkan secara digital dengan biaya relatif lebih rendah.
Teknologi ini dapat digunakan dalam sistem keuangan, keamanan siber, militer, hingga manipulasi informasi publik. Risiko serangan siber berbasis AI, misalnya, berpotensi melumpuhkan infrastruktur penting tanpa perlu kekuatan militer konvensional.
Risiko Penyalahgunaan oleh Pihak Tidak Bertanggung Jawab
Dalam pernyataannya, Buffett juga menyinggung bahaya ketika teknologi kuat berada di tangan pihak yang salah.
“Sekarang kita punya beberapa orang yang sangat menakutkan jika mereka hanya memiliki pistol mainan, apalagi senjata nuklir,” katanya, menggambarkan kekhawatiran terhadap individu atau kelompok ekstrem yang mengakses teknologi berbahaya.
Analogi tersebut menegaskan bahwa AI, seperti nuklir, dapat menjadi ancaman jika tidak disertai pengawasan ketat dan kerja sama internasional.
Bagaimana Sikap Buffett terhadap Senjata Nuklir dan Filantropi?
Siap Menggunakan Kekayaan untuk Mengurangi Ancaman Nuklir
Buffett mengaku bahwa ancaman nuklir menjadi salah satu isu pertama yang terlintas ketika ia memikirkan penggunaan kekayaannya untuk kegiatan filantropi. Ia menegaskan tidak akan ragu mengeluarkan seluruh sumber dayanya jika dapat mengurangi risiko senjata nuklir secara global.
“Jika saya bisa melihat keluar dengan apa pun yang saya miliki dan saya bisa memilih tiga negara yang akan sepenuhnya keluar dari permainan nuklir, saya akan melakukannya dalam lima detik,” tegasnya.
Pernyataan ini menunjukkan konsistensi sikap Buffett yang sejak lama mengkhawatirkan ancaman global, baik nuklir maupun teknologi baru seperti AI.
Pernyataan Sebelumnya dalam Laporan Tahunan 2015
Kekhawatiran terhadap ancaman global sebenarnya bukan hal baru bagi Buffett. Dalam laporan tahunan Berkshire Hathaway tahun 2015, ia menyebut ancaman siber, biologis, nuklir, dan kimia sebagai risiko nyata bagi Amerika Serikat.
Ancaman tersebut, menurutnya, berada di luar kendali manajemen perusahaan, namun berdampak sistemik terhadap stabilitas ekonomi dan bisnis.
Apa Dampak Pernyataan Ini bagi Industri AI dan Pasar Keuangan?
Revolusi AI dan Respons Investor Global
Selama beberapa tahun terakhir, revolusi AI telah mendominasi pasar keuangan global. Perusahaan teknologi yang mengembangkan kecerdasan buatan mengalami lonjakan valuasi signifikan.






