Samsung membuka program trade-in eksklusif di Galaxy Studio, Grand Indonesia East Mall, Jakarta Pusat.
Samsung membuka program trade-in eksklusif di Galaxy Studio, Grand Indonesia East Mall, Jakarta Pusat.

Tukar Galaxy S25 Ultra ke S26 Series Gratis di Grand Indonesia, Berlaku 1–5 April 2026

Info Tekno> Samsung membuka program trade-in eksklusif di Galaxy Studio, Grand Indonesia East Mall, Jakarta Pusat. Pemilik Galaxy S25 Ultra berkesempatan menukar perangkatnya ke lini Galaxy S26 Series—mencakup Galaxy S26, S26 Plus, dan S26 Ultra—tanpa biaya tambahan alias Rp 0.

Program berlangsung terbatas: hanya lima hari, dari 1 hingga 5 April 2026, di Main Atrium lantai 1.

Syarat dan Ketentuan Trade-In

Penawaran ini tidak berlaku sembarangan. Ada sejumlah ketentuan yang wajib dipenuhi sebelum transaksi bisa diproses:

  • Perangkat yang ditukarkan harus Samsung Galaxy S25 Ultra dalam kondisi baik dan mulus
  • Wajib disertakan dus serta aksesori orisinal bawaan pabrik
  • Perangkat lulus pengecekan via Aplikasi Diagnostik yang ditentukan penyelenggara
  • Promo tidak dapat digabungkan dengan penawaran lain dan tidak berlaku untuk pembayaran cicilan
  • Jika konsumen memilih model atau kapasitas penyimpanan lebih tinggi, selisih harga tetap harus dibayar
  • Produk wajib di-unboxing dan diaktivasi langsung di lokasi
Baca Juga  Jam Lari Garmin AMOLED Terbaru: Forerunner 70 Mulai 250 Dolar, Baterai 13 Hari

Program bersifat terbatas dan hanya berlaku selama event Galaxy Studio masih berjalan.

Tiga Fitur Unggulan Galaxy S26 Series yang Bisa Dicoba Langsung

Galaxy Studio bukan sekadar stan penjualan. Ruang interaktif ini dirancang agar pengunjung bisa menyentuh dan merasakan langsung teknologi terbaru sebelum memutuskan beralih.

Privacy Display: Layar yang Hanya Terbaca dari Depan

Fitur ini memberikan lapisan privasi visual tanpa aksesori tambahan. Saat diaktifkan, layar menyempitkan sudut pandang lateral menggunakan pendekatan Narrow Pixels—konten tetap terang dari arah depan, tetapi sulit terbaca dari samping. Tidak perlu anti-spy yang kerap mengorbankan kualitas visual.

Horizontal Lock: Stabilisasi Video Tanpa Gimbal

Horizontal Lock menjadi evolusi dari teknologi stabilisasi video generasi sebelumnya. Ponsel bisa diputar hingga 360 derajat, namun rekaman tetap lurus dan stabil. Bagi kreator konten yang menginginkan hasil cinematic tanpa membawa peralatan tambahan, fitur ini menjadi solusi langsung dari genggaman.

Baca Juga  iQOO 15R Resmi Meluncur di Indonesia, Smartphone Pertama dengan Snapdragon 8 Gen 5

Nightography Video: Tajam di Kegelapan

Samsung memperbarui kemampuan fotografi malam di S26 Series. Hasil foto dan video di kondisi cahaya rendah—konser malam, aktivitas outdoor, lorong temaram—diklaim tetap terang, detail, dan kaya warna. Pemrosesan citra berlapis bekerja di balik layar untuk mengkompensasi keterbatasan cahaya ambien.

Quick Share Lintas Platform: Kirim File ke iPhone Tanpa Hambatan

Salah satu pembaruan yang paling mencuri perhatian di Galaxy S26 Series adalah perluasan fungsi Quick Share. Fitur berbagi file ini kini mendukung transfer langsung ke perangkat Apple—foto, video, dan dokumen bisa dikirim tanpa aplikasi perantara.

Langkah ini mengisi celah yang selama ini menjadi titik gesekan antara pengguna ekosistem Android dan iOS.

Area Demo dan Panduan Langsung di Lokasi

Samsung menyediakan pendamping terlatih di seluruh area Galaxy Studio untuk memandu sesi hands-on. Pengunjung tidak perlu menelusuri fitur-fitur baru secara mandiri.

Baca Juga  Samsung One UI 8.5 Resmi Melebar ke Galaxy S24 hingga Tab S10, Ini Fiturnya

Tersedia pula zona khusus untuk mencoba kualitas audio Galaxy Buds4 Series secara langsung—bukan sekadar mendengar klaim spesifikasi dari brosur.

Galaxy Studio berlokasi di Main Atrium, Grand Indonesia East Mall Lantai 1, Jakarta Pusat, dan terbuka untuk umum hingga 5 April 2026.

By Aaf Afiatna

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *