Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Samsung Gandakan Galaxy AI: Visi Baru Menuju 800 Juta Perangkat di Tahun 2026

2 menit baca

Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung Electronics, resmi mengumumkan langkah besar dalam memperluas penerapan kecerdasan buatan (AI) ke seluruh lini produknya. Melalui pernyataan Co-CEO Samsung, T.M. Roh, perusahaan menargetkan 800 juta perangkat Galaxy AI aktif pada 2026, menggandakan jumlah dari tahun sebelumnya yang berada di angka sekitar 400 juta unit.

Langkah ini menjadi bukti nyata ambisi Samsung untuk memperkuat posisinya dalam persaingan global AI yang semakin kompetitif, terutama menghadapi dominasi dari Apple, Google, dan para pengembang AI terkemuka lainnya seperti OpenAI.

Visi Samsung: AI untuk Semua Produk dan Layanan

Dalam wawancara terbarunya, T.M. Roh menegaskan bahwa Samsung akan mempercepat integrasi kecerdasan buatan di seluruh portofolio produknya, mulai dari smartphone dan tablet hingga televisi dan peralatan rumah tangga.

“Kami akan menerapkan AI ke semua produk, fungsi, dan layanan secepat mungkin,” ujar Roh, dikutip dari Reuters, Senin (5/1/2026).

Sejak tahun lalu, Samsung telah mengadopsi Gemini, teknologi AI milik Google, di sekitar 400 juta perangkat. Kolaborasi ini memperkuat posisi Samsung sebagai pendukung terbesar ekosistem Android, sekaligus menjadi dorongan signifikan bagi Google dalam persaingannya melawan OpenAI dan pengembang AI lain yang terus berinovasi dengan model baru seperti GPT-5.2.

Selain memperluas kemampuan perangkat, Samsung juga berambisi memulihkan dominasi pasar ponsel pintarnya yang sempat diambil alih Apple, sambil memperkuat pertahanan terhadap produsen asal Tiongkok seperti Huawei dan Xiaomi.

Galaxy AI: Dari Tren Teknologi Menjadi Identitas Merek

Samsung mencatat peningkatan luar biasa dalam kesadaran publik terhadap Galaxy AI. Menurut data internal perusahaan, tingkat pengenalan terhadap merek ini melonjak dari 30% menjadi 80% hanya dalam satu tahun — sebuah indikator kuat bahwa pengguna mulai memahami nilai praktis dari fitur berbasis AI yang ditanamkan pada perangkat mereka.

Galaxy AI sendiri mencakup beragam fungsi pintar, mulai dari terjemahan real-time, asisten konteks kamera, hingga optimalisasi daya baterai berbasis perilaku pengguna. Ke depan, Samsung menargetkan agar teknologi ini tidak hanya menjadi fitur tambahan, tetapi menjadi identitas utama dari seluruh lini produknya.

“Meski saat ini teknologi AI mungkin masih dianggap belum matang, enam bulan hingga satu tahun ke depan akan menjadi periode di mana adopsinya meluas secara masif,” kata Roh optimistis.

Tantangan Global: Krisis Chip dan Dinamika Pasar Lipat

Meski prospeknya cerah, Samsung juga menghadapi sejumlah tantangan strategis. Salah

· · · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *