Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Lebih dari 1.800 Konten AI Likud Warnai Pemilu Israel 27 Oktober

6 menit baca

Bot itu mampu menjawab berbagai pertanyaan Yasur, tetapi terus mengarahkan percakapan kembali kepada preferensi politiknya. Yasur lima kali menanyakan siapa pihak yang memesan survei tersebut, tetapi sistem tidak pernah menjawab.

Bagi Tehilla Shwartz Altshuler, peneliti senior Israel Democracy Institute, kemajuan ini menunjukkan bagaimana AI telah mengubah praktik kampanye. “Anda tidak lagi membutuhkan orang sungguhan untuk melakukan panggilan telepon satu per satu, yang jelas terbatas oleh waktu dan kapasitas,” katanya.

Upaya Memengaruhi Jawaban Chatbot

Sebagian warga Israel kini mulai mempertimbangkan AI sebagai sumber informasi untuk menentukan pilihan politik. Survei Israel Internet Association menunjukkan sekitar seperempat responden bersedia menggunakan chatbot AI atau layanan daring lain sebagai bahan pertimbangan sebelum memilih.

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran baru bernama Generative Engine Optimization (GEO). Praktik itu membuat konten daring yang menyasar chatbot AI agar memengaruhi jawaban kepada pengguna.

Pemerintah Israel sendiri telah memanfaatkan praktik semacam itu. Dokumen Foreign Agents Registration Act di Amerika Serikat menunjukkan pemerintah Israel pernah membayar sebuah perusahaan AS untuk membangun situs web yang memasok konten pro-pemerintah ke sistem model bahasa besar (LLM). Tujuannya, agar chatbot AI menghasilkan jawaban yang lebih mendukung Israel.

“Industri yang sama kini berpotensi digunakan ke dalam negeri untuk memengaruhi pemilu,” ujar Shwartz Altshuler.

Jaringan Bot Pendukung Netanyahu

Selain konten palsu, ada pula fenomena audiens palsu. Perusahaan pemantauan media Israel, Scooper, mengatakan menemukan jaringan akun tidak autentik yang aktif memperkuat citra Netanyahu di media sosial.

Di X, lebih dari seribu akun baru muncul setiap hari dan langsung mengikuti akun perdana menteri tersebut. Jumlah pengikut Netanyahu di Instagram juga melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut manajer riset Scooper, Gil Feldman, sekitar 70 persen akun yang membagikan unggahan Netanyahu di X berasal dari luar Israel dan menunjukkan karakteristik bot. Tim peneliti mendeteksinya lewat indikator seperti aktivitas unggahan tanpa henti selama 24 jam, tanggal pembuatan akun yang masih sangat baru, dan ketiadaan foto profil.

Netanyahu bukan satu-satunya. Kelompok pemantau FakeReporter juga menemukan kampanye bot yang berkaitan dengan kubu Ben-Gvir, meskipun kantor sang menteri membantah keterlibatan tersebut. Organisasi itu mengidentifikasi lebih dari 100 akun yang menggunakan identitas dan gambar buatan AI untuk menyerang Smotrich dan sejumlah tokoh lainnya.

Jaringan bot bukanlah fenomena baru. Namun AI membuat operasinya jauh lebih murah, cepat, dan mudah.

Karena masyarakat Israel cepat mengadopsi teknologi baru, Shwartz Altshuler melihat negara itu sebagai laboratorium dunia untuk memahami bagaimana AI akan membentuk masa depan demokrasi. “Seluruh mesin propaganda politik sedang berubah secara total,” ujarnya.

Sumber: https://infotekno.net/pemilu-israel-ai-deepfake-bot-likud-kampanye/

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *