INFO TEKNO> Tepat di Hari Bumi 22 April, OPPO memaparkan serangkaian langkah konkret keberlanjutan yang telah diterapkan di seluruh rantai operasinya — dari kemasan produk hingga program daur ulang elektronik lintas benua.
Komitmen Netral Karbon 2050 dan Prinsip 3R+1D
Sebagai perusahaan teknologi global yang melayani lebih dari 760 juta pengguna di lebih dari 90 negara dan wilayah, OPPO menyadari besarnya pengaruh yang dimilikinya. Perusahaan ini telah berjanji menjadikan seluruh operasinya netral karbon pada tahun 2050.
Salah satu fondasi strategi hijau OPPO ada di sektor kemasan. Perusahaan memperkenalkan prinsip “3R+1D” — Pengurangan (Reduce), Daur Ulang (Recycle), Penggunaan Kembali (Reuse), dan Penguraian (Decompose) — sebagai panduan dalam memilih material dan proses produksi kemasan.
Kertas Digital, 13.000 Pohon Terselamatkan
Menurut data dari World Wildlife Fund, sekitar 405 juta ton kertas dan karton diproduksi secara global setiap tahunnya. Kemasan berbahan dasar kertas saja menghabiskan sekitar 3 miliar pohon dan terus memberikan tekanan besar pada sumber daya hutan dunia.
OPPO merespons tantangan ini dengan mengalihkan panduan produk berbahan kertas ke format digital. Pada tahun 2025, inisiatif ini menghemat sekitar 110 juta lembar kertas A4 — setara dengan menghindari penebangan sekitar 13.000 pohon dewasa dan mengurangi sekitar 3.500 ton emisi karbon.
Kemasan Berbahan Ampas Teh
Di sisi plastik, Program Lingkungan PBB (UNEP) memperkirakan lebih dari 430 juta ton plastik diproduksi secara global setiap tahun. Lebih dari 11 juta ton di antaranya berakhir di lautan dan mengancam ekosistem laut secara serius.
OPPO menjawab masalah ini dengan cara yang tidak biasa: memasukkan bahan biomassa alami, termasuk ampas teh, ke dalam desain kemasan. Substitusi ini menggantikan 10–30% plastik berbasis minyak bumi dengan alternatif ramah lingkungan, sekaligus memberikan nilai guna baru bagi limbah biomassa yang seharusnya dibuang begitu saja.
Daur Ulang Elektronik: 1.187 Ton Perangkat Bekas Terproses
Volume limbah elektronik global terus membesar. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat angkanya mencapai 62 juta ton pada 2022, tumbuh sekitar 2,6 juta ton setiap tahun. Pada 2030, angka itu diproyeksikan melampaui 82 juta ton — jauh melampaui kapasitas daur ulang yang ada saat ini.
OPPO menangani tantangan ini dari dua sisi sekaligus: memperpanjang usia pakai produk agar tidak cepat menjadi sampah, sekaligus memperkuat sistem daur ulang di lapangan. Pada 2025, sambil menjual sekitar 35.300 ton produk baru, OPPO berhasil mendaur ulang 1.187 ton perangkat bekas di Tiongkok dan Eropa dalam periode yang sama.
Melindungi Badak di Kenya dengan Kamera Smartphone
Di luar inovasi produk, OPPO juga terjun langsung ke lapangan bersama komunitas global. Di savana Afrika, para peneliti memotret pola mata badak yang unik untuk melacak pergerakan, migrasi, kelahiran, dan kematian populasinya.
Untuk mendukung upaya konservasi ini, OPPO bermitra dengan Peaceland Foundation dan Impact Steps, menyumbangkan smartphone seri OPPO Find X9 ke Cagar Alam Ol Pejeta di Kenya. Dengan kemampuan telefoto canggih dari ponsel ini, para peneliti kini dapat memotret mata badak dari jarak jauh menggunakan peralatan yang jauh lebih ringan, sekaligus menyederhanakan proses pengumpulan data dan meningkatkan akurasi identifikasi individu.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






