Daftar isi
Dibanding Worldcoin, dan konteks bagi pengguna Indonesia
Interlink kerap disandingkan dengan Worldcoin (kini World). Perbedaan utamanya ada di perangkat: Worldcoin memakai alat khusus bernama Orb untuk memindai iris, sedangkan Interlink memakai kamera ponsel. Menurut Plisio, pendekatan ponsel lebih cepat dan murah untuk diskalakan, tetapi lebih sulit dipertahankan terhadap serangan deepfake yang canggih. Keduanya tidak terkait kepemilikan.
Bagi pembaca Indonesia, preseden Worldcoin relevan. Pada 4 Mei 2025, Komdigi membekukan sementara TDPSE layanan Worldcoin dan World ID menyusul laporan masyarakat; badan hukum yang disebut Komdigi, PT Terang Bulan Abadi, belum terdaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik, sementara layanannya tercatat memakai TDPSE atas nama PT Sandina Abadi Nusantara. Kekhawatiran utamanya adalah pengumpulan data biometrik, yang tidak bisa diganti seperti kata sandi bila bocor. Sebulan kemudian, laporan InvestorTrust mencatat aplikasi World masih berstatus dibekukan.
Dalam penelusuran untuk artikel ini, kami belum menemukan pernyataan Komdigi atau OJK yang secara khusus membahas Interlink Network. Artinya, status perizinan dan kepatuhan layanan ini di Indonesia belum bisa dipastikan dari sumber yang tersedia.
Cara membaca proyek seperti ini dengan kepala dingin
Poin di dalam aplikasi belum sama dengan aset yang bisa dijual. Sebelum ada listing yang terkonfirmasi, saldo ITLG di aplikasi sebaiknya dianggap belum memiliki nilai pasar yang pasti.
Berhati-hatilah pada situs tidak resmi. Misalnya, situs interlinklabs.net menyebut dirinya “pusat informasi independen” bagi komunitas dan menampilkan harga ITL “IOU” sekitar US$10 yang menurut situs itu sendiri bukan kuotasi pasar. Angka seperti itu mudah disalahartikan sebagai harga listing.
Terakhir, pertimbangkan data yang Anda serahkan. Verifikasi wajah dan KYC berarti memberikan data biometrik dan dokumen identitas kepada penyelenggara yang statusnya di Indonesia belum jelas. Jangan pernah membagikan frasa pemulihan (seed phrase) atau kode OTP kepada siapa pun yang mengaku mewakili proyek.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan saran investasi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah ITLG sudah bisa dijual? Dari sumber yang dapat diperiksa, belum ada konfirmasi listing di bursa. Proyek menyebut KYC dan migrasi mainnet harus selesai lebih dulu, dan jadwalnya telah bergeser dari rencana awal.
Apakah Interlink sama dengan Worldcoin? Bukan. Keduanya sama-sama mengusung proof of personhood, tetapi dikelola entitas berbeda dan memakai metode verifikasi berbeda: kamera ponsel pada Interlink, perangkat Orb pada Worldcoin.
Apakah Interlink Network legal di Indonesia? Belum ada pernyataan regulator Indonesia mengenai Interlink yang kami temukan, sehingga pertanyaan ini belum bisa dijawab pasti. Pembaca dapat memeriksa kanal resmi Komdigi dan OJK.
Sumber
- Whitepaper InterLink: Introducing, ITLG, dan FAQ (pernyataan proyek)
- Plisio: Interlink Network review, 13 Mei 2026 (ulasan independen)
- ChainCatcher: InterLink Research Report (klaim investor)
- Akun InterLink Network India di X (unggahan Mei 2026)
- Unggahan komunitas di KuCoin Square: roadmap, mainnet dan ekspansi, KYC pekan depan, portal KYC segera
- interlinklabs.net (situs informasi independen komunitas)
- Bisnis.com, 4 Mei 2025 dan InvestorTrust, Juni 2025 (pembekuan Worldcoin di Indonesia)
Aaf Afiatna (Aura Pet) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati dan PT Arsyila Bintang Fortuna. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.
Sumber: https://infotekno.net/interlink-network-itlg-proyek-kripto-verifikasi-wajah/