Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Google Flow Perbarui AI Studio dengan Nano Banana dan Veo 3.1, Kreator Kini Bisa Buat Cerita Visual Terpadu

5 menit baca

Integrasi Whisk dan ImageFX dalam Ekosistem Flow

Konsolidasi Aset Visual dalam Satu Tempat

Google Flow juga memungkinkan integrasi aset dari Whisk dan ImageFX melalui pengaturan tertentu yang akan diluncurkan secara bertahap.

ImageFX dan Whisk sebelumnya digunakan sebagai alat generatif terpisah. Dengan integrasi ini, gambar dan video yang pernah dibuat di platform tersebut akan otomatis dipindahkan ke grid aset Google Flow.

Langkah ini memungkinkan pengguna:

  • Menghindari duplikasi pekerjaan
  • Mengelola seluruh eksperimen visual dalam satu sistem
  • Mengembangkan ide lama tanpa memulai dari nol

Konsolidasi ini menjadi bagian penting dari strategi Google dalam menciptakan lingkungan kerja kreatif yang terpadu.

Bagaimana Menghasilkan Gambar dengan Nano Banana?

Nano Banana Terintegrasi Langsung di Flow

Nano Banana kini menjadi bagian inti dari Google Flow. Alat ini digunakan untuk menghasilkan gambar berbasis perintah teks (prompt) dan tersedia secara gratis.

Langkah-langkah membuat gambar di Nano Banana:

  1. Klik alat gambar dalam proyek.
  2. Masukkan perintah teks, misalnya “pemandangan kota futuristik saat senja”.
  3. Tekan tombol hasilkan.
  4. Sempurnakan hasil dengan menyesuaikan gaya atau detail.
  5. Simpan gambar langsung ke grid aset.

Gambar yang dihasilkan berfungsi sebagai bahan dasar untuk proyek lanjutan, termasuk animasi video.

Sebagai contoh, pengguna dapat membuat prompt seperti “interior kafe nyaman”, menghasilkan beberapa variasi, lalu memilih satu gambar sebagai fondasi adegan video.

Bagaimana Mengubah Gambar Menjadi Video dengan Veo 3.1?

Animasi Presisi Tinggi Berbasis Gambar

Veo 3.1 merupakan model generatif video yang kini terintegrasi dalam Google Flow. Dengan pendekatan dua langkah, pengguna dapat mengubah gambar statis menjadi video animasi.

Prosesnya meliputi:

  1. Memilih gambar dari Nano Banana di grid aset.
  2. Mengunggahnya sebagai bahan video.
  3. Memberikan perintah tambahan, seperti “Animasi kafe dengan orang-orang yang sedang mengobrol.”
  4. Menghasilkan klip video secara otomatis.

Metode ini mengurangi kebutuhan prompt panjang yang kompleks karena gambar awal sudah menjadi referensi visual yang jelas. Hasilnya, video yang dihasilkan memiliki presisi lebih tinggi terhadap konsep awal.

Fitur Pengeditan Video yang Lebih Fleksibel

Kontrol Timeline dan Gaya Kamera

Setelah video dihasilkan, pengguna dapat menyempurnakannya melalui fitur pengeditan yang diperluas.

Beberapa kontrol yang tersedia antara lain:

  • Memperpanjang durasi adegan dengan menyeret timeline
  • Memangkas segmen tertentu
  • Menambahkan atau menghapus bagian video
  • Mengatur gaya kamera seperti panning, zooming, atau orbiting

Pengguna dapat melakukan pratinjau secara real-time dan melakukan iterasi berdasarkan saran AI. Fitur ini dirancang agar dapat digunakan tanpa memerlukan keahlian teknis tingkat lanjut dalam pengeditan video.

· · · · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *