File tersebut mengandung kunci privat (private key) yang dibutuhkan untuk mengakses dompet di Blockchain.com. Di dalamnya tersimpan 5 BTC utuh yang tidak pernah dipindahkan sejak April 2015.
Bug Konfigurasi Kata Sandi: Kunci Pemulihan yang Sebenarnya
Titik terang sesungguhnya bukan sekadar menemukan file lama. Claude mengidentifikasi sesuatu yang jauh lebih kritis: sebuah bug dalam konfigurasi kata sandi dompet yang menyebabkan kunci utama (master key) dan kandidat kata sandi tidak tergabung dengan benar selama proses enkripsi berlangsung.
Inilah alasan mengapa 3,5 triliun kombinasi brute-force tidak pernah menemukan jawabannya. Kombinasi yang “benar” secara teknis tidak pernah terbentuk karena logika pembentukan kunci itu sendiri yang cacat sejak awal. Tidak ada alat brute-force konvensional yang bisa menjangkau kunci yang strukturnya tidak pernah terbentuk dengan benar.
Setelah Claude memperbaiki kesalahan dalam kode tersebut, dompet yang telah terkunci lebih dari satu dekade itu akhirnya berhasil didekripsi dan diakses kembali.
Respons @cprkrn dan Ucapan Terima Kasih ke Anthropic
Keberhasilan ini disambut dengan ekspresi emosional di platform X. @cprkrn secara khusus mengungkapkan terima kasihnya kepada Anthropic dan CEO-nya, Dario Amodei, atas teknologi yang mengubah nasibnya secara harfiah. Ia bahkan berkelakar di media sosial bahwa ia akan menamai anaknya dengan nama pemimpin Anthropic tersebut.
Momen ini menjadi contoh langka bagaimana kecerdasan buatan digunakan bukan hanya untuk produktivitas atau pembuatan konten, melainkan untuk memecahkan masalah teknis kripto bernilai miliaran rupiah yang bahkan alat-alat spesialis pun tidak mampu menuntaskannya.
Ironi Kekayaan Kripto Awal: Bitcoin yang Terperangkap
Kisah @cprkrn bukan kasus tunggal. Di masa-masa awal kehadiran Bitcoin, banyak kepemilikan besar yang terperangkap secara permanen karena kerentanan manusiawi yang sangat sederhana: lupa kata sandi, hard drive rusak, atau catatan pemulihan yang terbuang.
Kasus paling terkenal adalah milik James Howells, pria asal Inggris yang secara tidak sengaja membuang hard drive berisi 8.000 BTC ke tempat pembuangan akhir berisi 1,4 juta ton sampah. Dengan nilai Bitcoin saat ini, aset tersebut bernilai sekitar USD 647 juta. Howells masih terus berjuang meminta izin pemerintah setempat untuk menggali kembali lokasi tersebut hingga hari ini—tanpa hasil.
Dibandingkan tragedi Howells, 5 BTC milik @cprkrn memang lebih kecil secara nominal. Namun dari sudut pandang pemulihan aset kripto, kisahnya justru menjadi salah satu yang langka berakhir dengan kemenangan—dan kemenangan itu datang dari baris kode AI yang menemukan bug yang selama 11 tahun tidak terdeteksi oleh manusia maupun mesin brute-force sekalipun.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

