Menurutnya, dalam waktu sekitar tiga hingga lima tahun ke depan, beberapa produk berbasis BCI berpotensi mulai tersedia dalam layanan praktis yang benar-benar digunakan oleh masyarakat.
Perkembangan tersebut dapat menjadi titik penting dalam sejarah pengembangan teknologi interaksi manusia dengan mesin.
China Menjadi Negara Kedua yang Melakukan Uji Coba Chip Otak Invasif
Perkembangan teknologi BCI di China juga terlihat dari jumlah uji klinis yang sedang berlangsung.
Lebih dari 10 Uji Klinis Berjalan
Saat ini China tercatat sebagai negara kedua di dunia yang melakukan uji coba chip otak invasif pada manusia.
Lebih dari 10 uji klinis teknologi BCI sedang berlangsung di berbagai pusat penelitian di negara tersebut.
Jumlah ini disebut-sebut setara dengan jumlah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat.
Uji klinis tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan teknologi medis karena bertujuan untuk memastikan keamanan dan efektivitas teknologi sebelum digunakan secara luas.
Target Lebih dari 50 Pasien pada 2026
Para peneliti di China menargetkan lebih dari 50 pasien akan dilibatkan dalam uji coba teknologi BCI sepanjang tahun 2026.
Para pasien tersebut berasal dari berbagai latar belakang kondisi medis, terutama mereka yang mengalami gangguan saraf, kelumpuhan, atau amputasi.
Melalui uji klinis ini para ilmuwan berharap dapat mengumpulkan data yang cukup untuk mengembangkan teknologi yang lebih stabil dan aman digunakan.
Hasil Eksperimen Awal Menunjukkan Kemajuan Signifikan
Sejumlah eksperimen terbaru dalam pengembangan teknologi chip otak menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan.
Pasien Lumpuh Bisa Menggerakkan Perangkat
Dalam beberapa percobaan, pasien yang mengalami kelumpuhan dilaporkan mampu kembali menggerakkan bagian tubuh mereka secara terbatas melalui bantuan teknologi BCI.
Teknologi ini bekerja dengan membaca sinyal saraf dari otak pasien dan mengubahnya menjadi perintah yang dapat menggerakkan perangkat tertentu.
Beberapa pasien bahkan dilaporkan mampu:
- mengendalikan tangan robotik
- mengoperasikan kursi roda pintar
- menggerakkan perangkat digital menggunakan sinyal otak
Hasil tersebut menjadi bukti bahwa teknologi BCI memiliki potensi besar dalam membantu rehabilitasi pasien dengan gangguan neurologis.
Potensi Revolusi di Dunia Medis
Para peneliti menyebut teknologi ini berpotensi merevolusi metode pengobatan bagi pasien yang mengalami kerusakan saraf.
Dengan teknologi BCI, komunikasi antara otak dan perangkat medis dapat membantu pasien memperoleh kembali sebagian fungsi tubuh yang sebelumnya hilang.
Integrasi Teknologi BCI ke Sistem Kesehatan China
Selain pengembangan teknologi di laboratorium, pemerintah China juga mulai mengintegrasikan teknologi BCI ke dalam sistem kesehatan nasional.
Terapi BCI Mulai Masuk Asuransi Kesehatan
Beberapa terapi berbasis BCI bahkan telah dimasukkan ke dalam asuransi kesehatan nasional di sejumlah provinsi percontohan di China.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada penelitian, tetapi juga pada implementasi teknologi tersebut dalam layanan kesehatan masyarakat.
Dengan dukungan sistem kesehatan nasional, teknologi BCI memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan menjangkau pasien yang membutuhkan.
Nilai Pasar Teknologi BCI Diprediksi Terus Meningkat
Perkembangan teknologi BCI juga membuka peluang ekonomi yang cukup besar.
Proyeksi Pasar Hingga 2027
Nilai pasar teknologi brain-computer interface di China diperkirakan mencapai sekitar 5,58 miliar yuan atau setara dengan sekitar US$809 juta pada tahun 2027.







