Accenture Membeli Ookla Senilai US$1,2 Miliar untuk Memperkuat Analisis Data Jaringan
Info Tekno> Akuisisi Ookla oleh Accenture menjadi salah satu transaksi besar di industri teknologi global setelah perusahaan konsultan teknologi asal Irlandia tersebut menyepakati pembelian perusahaan pemantau jaringan internet itu dengan nilai US$1,2 miliar atau sekitar Rp20 triliun. Transaksi ini membuat Accenture resmi menjadi pemilik baru layanan pengukuran kecepatan internet populer seperti Speedtest dan platform pemantauan gangguan digital Downdetector.
Kesepakatan ini diumumkan pada awal Maret 2026 dan saat ini masih menunggu proses persetujuan dari regulator sebelum dapat sepenuhnya diselesaikan. Jika seluruh proses perizinan rampung, Accenture berencana memanfaatkan data jaringan yang dimiliki Ookla untuk membantu klien perusahaan, termasuk sektor bisnis dan pemerintahan, dalam mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) yang lebih aman dan terukur.
CEO Accenture, Julie Sweet, menjelaskan bahwa data yang dikumpulkan melalui berbagai produk Ookla akan menjadi komponen penting dalam strategi perusahaan untuk memperluas kemampuan analitik data jaringan serta mempercepat implementasi teknologi AI di berbagai industri.
Menurutnya, pemanfaatan data jaringan tersebut dapat membantu perusahaan teknologi besar dan penyedia layanan cloud dalam meningkatkan kualitas infrastruktur digital sekaligus mengoptimalkan performa layanan mereka.
Apa Itu Ookla dan Mengapa Nilainya Sangat Besar?
Perusahaan di Balik Speedtest yang Digunakan Jutaan Orang
Ookla merupakan perusahaan teknologi yang dikenal luas sebagai pengembang Speedtest, salah satu layanan pengukur kecepatan internet paling populer di dunia. Platform ini memungkinkan pengguna untuk memeriksa kecepatan koneksi internet mereka secara real-time dengan mengukur parameter penting seperti kecepatan unduh, unggah, dan latensi jaringan.
Selain Speedtest, Ookla juga memiliki beberapa layanan lain yang digunakan untuk memantau kondisi jaringan internet global serta kinerja berbagai platform digital.
Produk-produk tersebut antara lain:
- Downdetector, layanan yang membantu pengguna mendeteksi gangguan pada berbagai platform online
- Ekahau, perangkat lunak untuk desain dan troubleshooting jaringan Wi-Fi
- RootMetrics, platform analitik untuk mengukur kualitas jaringan seluler
Keberadaan berbagai layanan tersebut membuat Ookla menjadi salah satu penyedia data jaringan paling penting di industri teknologi global. Data yang dikumpulkan melalui platform-platform ini berasal dari jutaan pengujian jaringan yang dilakukan pengguna di berbagai negara setiap harinya.
Data Jaringan Menjadi Aset Strategis di Era AI
Nilai tinggi dari akuisisi Ookla tidak hanya berasal dari popularitas Speedtest, tetapi juga dari volume data jaringan yang sangat besar yang dimiliki perusahaan tersebut.
Dalam ekosistem teknologi modern, data jaringan memiliki peran penting untuk berbagai keperluan, termasuk:
- Analisis performa jaringan internet global
- Optimasi infrastruktur cloud
- Pengembangan layanan digital berbasis AI
- Monitoring kualitas jaringan seluler dan broadband
Dengan memiliki akses langsung ke data tersebut, Accenture dapat memperluas layanan konsultasi teknologi yang mereka tawarkan kepada perusahaan global, termasuk membantu klien dalam memanfaatkan AI secara lebih efektif.
Accenture Ingin Memanfaatkan Data Ookla untuk Pengembangan AI
Mendukung Infrastruktur AI Skala Besar
CEO Accenture Julie Sweet menyatakan bahwa akuisisi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat kemampuan mereka di bidang analitik data jaringan dan pengembangan kecerdasan buatan.
Menurut Sweet, data dari produk-produk Ookla dapat digunakan untuk membantu berbagai organisasi memahami performa jaringan digital secara lebih mendalam.
Hal ini menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang stabil untuk mendukung teknologi seperti:
- kecerdasan buatan
- komputasi awan (cloud computing)
- layanan digital berbasis data besar
Dengan mengintegrasikan data jaringan dari Ookla ke dalam sistem analitik Accenture, perusahaan berharap dapat memberikan wawasan yang lebih akurat kepada klien mengenai kondisi infrastruktur internet global.
Digunakan oleh Perusahaan dan Pemerintah
Accenture juga menegaskan bahwa pemanfaatan data tersebut tidak hanya ditujukan untuk perusahaan teknologi besar, tetapi juga untuk organisasi di berbagai sektor, termasuk pemerintahan.
Data jaringan dapat membantu lembaga pemerintah dalam memahami kualitas infrastruktur internet di wilayah mereka, sekaligus menjadi dasar untuk pengambilan keputusan terkait pengembangan jaringan digital di masa depan.
Operasional Ookla Tetap Berjalan Seperti Biasa
Accenture Menjamin Layanan Tidak Berubah
Meskipun terjadi perubahan kepemilikan, Accenture memastikan bahwa layanan-layanan yang dimiliki Ookla akan tetap beroperasi seperti sebelumnya.
Kepada media teknologi Ars Technica, perusahaan tersebut menyatakan bahwa bisnis Ookla akan tetap berjalan secara normal setelah proses akuisisi selesai.
Hal ini berarti layanan populer seperti Speedtest dan Downdetector masih dapat digunakan oleh masyarakat tanpa perubahan signifikan dalam waktu dekat.
Langkah ini juga penting untuk menjaga kepercayaan pengguna global yang selama ini mengandalkan layanan Ookla untuk memantau kualitas koneksi internet mereka.
CEO Ookla Sambut Positif Akuisisi
CEO Ookla, Stephen Bye, menyambut positif kesepakatan akuisisi tersebut. Ia menilai bergabung dengan Accenture akan memberikan peluang besar bagi perusahaan untuk memperluas bisnis data jaringan.
Menurut Bye, kerja sama ini memungkinkan Ookla untuk menjangkau lebih banyak perusahaan besar di seluruh dunia serta mempercepat pengembangan teknologi yang berfokus pada peningkatan pengalaman konektivitas digital.
Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama perusahaan tetap sama, yakni membantu menciptakan pengalaman konektivitas internet yang lebih baik bagi pengguna global.
Produk Ookla yang Termasuk dalam Akuisisi
Speedtest dan Downdetector Jadi Bagian dari Accenture
Dalam kesepakatan ini, beberapa layanan utama Ookla juga ikut berpindah kepemilikan ke Accenture. Dua layanan paling populer yang termasuk dalam akuisisi tersebut adalah:
Speedtest
Platform ini digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia untuk mengukur kecepatan internet mereka. Speedtest tersedia dalam bentuk aplikasi mobile, website, dan integrasi dengan berbagai perangkat jaringan.
Downdetector
Layanan ini memungkinkan pengguna melaporkan dan memantau gangguan pada berbagai platform digital, termasuk media sosial, layanan streaming, hingga aplikasi perbankan.
Downdetector sering menjadi salah satu sumber utama bagi pengguna internet untuk mengetahui apakah suatu layanan sedang mengalami gangguan secara global atau hanya terjadi pada jaringan mereka sendiri.
Ekahau dan RootMetrics Juga Masuk dalam Transaksi
Selain Speedtest dan Downdetector, akuisisi ini juga mencakup dua produk lain milik Ookla:
Ekahau
Perangkat lunak yang digunakan oleh profesional jaringan untuk merancang, menganalisis, dan memperbaiki jaringan Wi-Fi.
RootMetrics
Platform analitik yang mengukur kualitas jaringan seluler berdasarkan berbagai parameter teknis, termasuk kecepatan data, kualitas panggilan, dan cakupan jaringan.
Produk-produk ini banyak digunakan oleh operator telekomunikasi, perusahaan teknologi, serta organisasi yang membutuhkan analisis mendalam terkait performa jaringan digital.
Ookla Sebelumnya Dimiliki Ziff Davis
Sebelum diakuisisi oleh Accenture, Ookla merupakan bagian dari perusahaan media digital Ziff Davis.
Ziff Davis dikenal sebagai pemilik berbagai situs teknologi dan hiburan populer, termasuk:
- CNET
- IGN
- Eurogamer
Perusahaan ini memiliki portofolio media digital yang luas serta berbagai layanan teknologi yang berfokus pada informasi, ulasan produk, dan analitik data.
Penjualan Ookla menjadi salah satu langkah strategis bagi Ziff Davis dalam mengelola portofolio bisnis mereka di sektor teknologi dan media.
Dampak Akuisisi bagi Industri Teknologi Global
Akuisisi Ookla oleh Accenture menegaskan semakin pentingnya data jaringan internet dalam perkembangan teknologi modern. Dengan meningkatnya penggunaan AI, cloud computing, dan layanan digital global, kualitas serta performa jaringan menjadi faktor yang sangat krusial.
Melalui penggabungan kemampuan konsultasi teknologi Accenture dengan data jaringan yang dimiliki Ookla, perusahaan berharap dapat menciptakan solusi baru yang membantu organisasi memahami dan mengoptimalkan infrastruktur digital mereka.
Kesepakatan senilai Rp20 triliun ini juga menunjukkan bahwa perusahaan yang mengelola data digital berskala besar kini menjadi aset strategis dalam ekosistem teknologi global.
Ke depan, perkembangan akuisisi ini akan dipantau secara luas oleh industri teknologi, terutama terkait bagaimana Accenture akan memanfaatkan data Ookla untuk memperkuat layanan konsultasi dan pengembangan AI di berbagai sektor.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






