Berita  

Strategi Akuisisi Canva di Tengah SaaSpocalypse: Simtheory dan Ortto Diborong

Canva akuisisi Simtheory dan Ortto untuk mempercepat transformasi AI. Perusahaan senilai US$60 miliar ini incar IPO 2027 di tengah gejolak industri SaaS global.

Canva, perusahaan desain berbasis di Sydney yang bernilai US$60 miliar, mengakuisisi dua perusahaan teknologi asal Australia sekaligus — Simtheory dan Ortto
Canva, perusahaan desain berbasis di Sydney yang bernilai US$60 miliar, mengakuisisi dua perusahaan teknologi asal Australia sekaligus — Simtheory dan Ortto

Di tengah tekanan itu, Canva mengakhiri tahun lalu dengan Annual Recurring Revenue sebesar US$4 miliar dan lebih dari 265 juta pengguna aktif bulanan. Posisi keuangan yang solid ini menjadi fondasi bagi agresivitas akuisisi yang tengah dijalankan.

Posisi Canva soal PHK dan Peran AI

Berbeda dari Atlassian dan sejumlah perusahaan teknologi besar lain yang menghadapi kritik keras atas pengurangan tenaga kerja berbasis AI, Canva sejauh ini tidak melakukan PHK serupa. Obrecht menegaskan bahwa pendekatan perusahaan terhadap AI berbeda secara fundamental.

“Kami melihat AI sebagai peluang untuk berbuat lebih banyak, bukan sebagai upaya pengurangan biaya,” katanya. “Volume konten yang perlu dibuat oleh komunitas kami tumbuh sangat cepat. AI membantu memenuhi permintaan itu, tetapi tidak menggantikan kebutuhan akan kreativitas dan penilaian manusia.”

Menuju IPO dan Momen Paling Signifikan

Seluruh gerak akuisisi ini terjadi satu pekan sebelum Canva Create, acara tahunan megah perusahaan di mana lebih dari 5.000 orang dijadwalkan berkumpul di SoFi Stadium, Los Angeles, pada 16 April. CEO Melanie Perkins menyebut acara ini kepada para investor sebagai “momen paling signifikan dalam sejarah Canva.”

Di cakrawala yang lebih jauh, IPO Canva semakin dekat. Spekulasi mengarah pada 2027 sebagai waktu paling realistis, kemungkinan besar di NASDAQ. Perusahaan telah menunjuk Kelly Steckelberg sebagai Chief Financial Officer — eksekutif yang sebelumnya berhasil memandu Zoom melalui IPO spektakuler — sebagai sinyal persiapan serius menuju debut publik.

“Hal itu sudah di depan mata, tetapi kami belum memiliki berita apa pun untuk disampaikan mengenai hal ini,” kata Obrecht.

Dengan sekitar 5.500 karyawan yang berpotensi menjadi jutawan seketika saat IPO terjadi, taruhan Canva pada transformasi AI-nya kini menanggung beban yang jauh lebih besar dari sekadar strategi bisnis.

Baca Juga  Ikhtisar AI Google Dinilai Berisiko Sajikan Informasi Kesehatan Tidak Akurat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *