Di tengah tekanan itu, Canva mengakhiri tahun lalu dengan Annual Recurring Revenue sebesar US$4 miliar dan lebih dari 265 juta pengguna aktif bulanan. Posisi keuangan yang solid ini menjadi fondasi bagi agresivitas akuisisi yang tengah dijalankan.
Posisi Canva soal PHK dan Peran AI
Berbeda dari Atlassian dan sejumlah perusahaan teknologi besar lain yang menghadapi kritik keras atas pengurangan tenaga kerja berbasis AI, Canva sejauh ini tidak melakukan PHK serupa. Obrecht menegaskan bahwa pendekatan perusahaan terhadap AI berbeda secara fundamental.
“Kami melihat AI sebagai peluang untuk berbuat lebih banyak, bukan sebagai upaya pengurangan biaya,” katanya. “Volume konten yang perlu dibuat oleh komunitas kami tumbuh sangat cepat. AI membantu memenuhi permintaan itu, tetapi tidak menggantikan kebutuhan akan kreativitas dan penilaian manusia.”
Menuju IPO dan Momen Paling Signifikan
Seluruh gerak akuisisi ini terjadi satu pekan sebelum Canva Create, acara tahunan megah perusahaan di mana lebih dari 5.000 orang dijadwalkan berkumpul di SoFi Stadium, Los Angeles, pada 16 April. CEO Melanie Perkins menyebut acara ini kepada para investor sebagai “momen paling signifikan dalam sejarah Canva.”
Di cakrawala yang lebih jauh, IPO Canva semakin dekat. Spekulasi mengarah pada 2027 sebagai waktu paling realistis, kemungkinan besar di NASDAQ. Perusahaan telah menunjuk Kelly Steckelberg sebagai Chief Financial Officer — eksekutif yang sebelumnya berhasil memandu Zoom melalui IPO spektakuler — sebagai sinyal persiapan serius menuju debut publik.
“Hal itu sudah di depan mata, tetapi kami belum memiliki berita apa pun untuk disampaikan mengenai hal ini,” kata Obrecht.
Dengan sekitar 5.500 karyawan yang berpotensi menjadi jutawan seketika saat IPO terjadi, taruhan Canva pada transformasi AI-nya kini menanggung beban yang jauh lebih besar dari sekadar strategi bisnis.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.







